RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo kini membentuk tim khusus pengamanan hajatan. Itu sebagai bentuk evaluasi atas terjadinya klaster dari kegiatan hajatan.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana mengungkapkan bahwa pembentukan tim khusus hajatan ini juga untuk menyambut banyaknya agenda hajatan. Sebab, di akhir tahun seperti saat ini banyak masyarakat menggelar berbagai kegiatan seperti khitanan, pernikahan, arisan atau yang lainnya.

Adanya tim khusus, lanjut Fajar, akan bertugas melakukan pengawasan terhadap kegiatan masyarakat. Mulai dari pemakaian masker, penyediaan cuci tangan hingga penjagaan jarak dan pencegahan kerumunan. Sehingga potensi penularan pun bisa diantisipasi.

Selain melakukan pengawasan, Fajar menyatakan bahwa tim khusus itu juga akan melakukan pemantauan terhadap kegiatan masyarakat yang sudah memiliki izin. Hal itu, karena selama ini meski masyarakat sudah memiliki izin menggelar kegiatan nyatanya protokol kesehatan tetap saja diabaikan.
“Dengan tim khusus ini harapannya protokol kesehatan bisa diawasi dengan baik,” terang Fajar, Senin (14/12).

Berkaitan dengan meluasnya klaster dari orang-orang dekat ini, sebelumnya Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kulonprogo Baning Rahayuti menyampaikan bahwa masyarakat juga harus waspada terhadap klaster keluarga. Sebab untuk saat ini klaster tersebut cukup mendominasi penularan Covid-19 di Kulonprogo.

Adapun penyebabnya, lanjut Baning, karena kurang patuhnya para pelaku perjalanan yang kembali ke Kulonprogo tanpa menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Diantaranya tidak melakukan isolasi mandiri dan justru berkontak dengan anggota keluarga lain.

”Klaster keluarga memang cukup mendominasi, hingga dua pekan terakhir di bulan Desember sudah ada sepuluh klaster. Sehingga kami meminta agar masyarakat tetap waspada,” terang Baning yang juga merupakan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo itu. (inu/bah)

Kulonprogo