RADAR JOGJA – Masyarakat Kulonprogo kini mulai harus mewaspadai penyebaran Covid-19 dari orang terdekat. Pasalnya, hngga pekan kedua Desember ini Gugus Tugas Penanganan Covid-19 setempat mencatat ada 10 klaster penularan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati menyampaikan, klaster keluarga cukup mendominasi penularan covid di Kulonprogo. Dari satu orang yang terpapar setidaknya dapat menular ke tiga sampai lima anggota keluarga lainnya. Jumlahnya klaster pun cukup banyak, tercatat selama dua minggu terakhir ada 10 kasus penularan.

Menurut Baning, timbulnya klaster keluarga ini berasal dari para pelaku perjalanan atau pemudik yang kembali ke Kulonprogo dengan tidak menerapkan prosedur pencegahan Covid-19. Yakni tidak melakukan rapid test atau isolasi mandiri saat di tiba di Kulonprogo dan justru langsung kembali rumah bahkan langsung berkontak dengan orang lain.”Klaster keluarga memang cukup mendominasi, hingga dua pekan terakhir di bulan Desember sudah ada 10 klaster. Sehingga kami meminta agar masyarakat tetap waspada,” terang Baning, Sabtu (12/12).

Selain harus waspada terhadap klaster keluarga, Baning mengungkapkan bahwa pihaknya juga menaruh perhatian terhadap klaster di lingkungan sekolah. Sebab, sudah ada temuan satu klaster sekolah dasar di wilayah Pergiwatu Sentolo yang mengakibatkan enam karyawan positif Covid-19. Setelahnya, enam karyawan tersebut kembali menularkan kepada anggota keluarganya dengan jumlah total sebanyak 15 orang.

Adapun asal dari klaster keluarga ini, Baning menyampaikan bahwa bermula dari salah satu karyawan sekolah yang melayat ke salah satu orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Sleman. “Total dari klaster Pergiwatu sebanyak 21 orang dan saat ini kami menghentikan kegiatan sekolah dan melakukan pembelajaran secara daring,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana menyampaikan bahwa beberapa hari terakhir kasus Covid-19 di Kulonprogo memang didominasi oleh klaster pendatang dan orang pulang pergi. Dia pun menyampaikan bahwa lonjakan kasus Covid-19 di Kulonprogo meningkat semenjak diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru (AKB). Sehingga dia meminta masyarakat lebih waspada dan tertib menerapkan protokol kesehatan. (inu/pra)

Kulonprogo