RADAR JOGJA – Setelah klaster perkantoran dinyatakan selesai, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai klaster keluarga. Sebab, selama beberapa hari terakhir klaster yang ditularkan dari kerabat banyak mendominasi kasus penularan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan bahwa dalam sepekan terakhir kasus penambahan Covid-19 di Kulonprogo banyak didominasi oleh klaster keluarga. Penyebab dari klaster ini, ungkap Baning, berasal dari para pelaku perjalanan atau pemudik dan hampir merata di seluruh kapanewon.

”Meluasnya klaster ini dikarenakan para pelaku perjalanan sudah terjangkit virus dan tidak segera tertangani. Sehingga menular ke anggota keluarga lainnya,” ujarnya kemarin (10/12).

Guna mencegah terjadinya klaster keluarga, Baning meminta agar para pelaku perjalanan sebelum kembali ke Kulonprogo supaya melakukan rapid test atau swab test. Setelah melakukan tes pun pemudik juga wajib melakukan isolasi mandiri. Sayangnya, banyak dari pelaku perjalanan tidak menerapkan prosedur tersebut.

”Malah ada yang leluasa berkontak dengan anggota keluarga lain, sehingga terjadi banyak penularan,” ungkap Baning.

Terpisah, Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana menyampaikan bahwa beberapa hari terakhir kasus Covid-19 di Kulonprogo banyak didominasi oleh klaster pendatang dan orang pulang pergi. Dia pun menyampaikan bahwa lonjakan kasus Covid-19 di Kulonprogo meningkat semenjak diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru (AKB).

”Padahal sebelumnya Kulonprogo lebih kecil dari daerah lain di DIJ, karena AKB aktivitas masuk dan keluar daerah juga jadi lebih intens seperti ketika masa normal sebelum pandemi melanda,” ujarnya.

Sementara terkait jumlah kasus Covid-19 di Kulonprogo, Gugus Tugas hingga 10 Desember tercatat ada temuan kasus sebanyak 620 orang. Rinciannya, sebanyak 330 orang dinyatakan sembuh, 238 orang tengah menjalani isolasi mandiri, 39 orang sedang dalam perawatan di rumah sakit dan 13 orang meninggal dunia. (inu/bah)

Kulonprogo