RADAR JOGJA – Agar terhindar dari kejaran utang, warga Bojong, Panjatan, Kulonprogo Novia Agustina, nekat membuat laporan palsu. Di Polsek Panjatan, kepada aparat kepolisian perempuan 33 tahun ini mengaku menjadi korban penjambretan.

Kasubag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffery menuturkan, pelaku mengaku telah dijambret di wilayah tanjakan Sutorini, Bojong, Panjatan dan kehilangan uang Rp 140 juta pada 16 Oktober lalu. Selanjutnya, pelaku ditolong oleh tukan ojek online yang melintas dan diantarakan ke Polsek Panjatan.
”Saat penyelidikan ditemukan kejanggalan dan pelaku mengakui bahwa telah membuat laporan palsu,” kata Jeffery Selasa (8/12).

LAPORAN PALSU : Pelaku Novia Agustina saat gelar perkara di Mapolres Kulonprogo kemarin. Novia terjerat kasus pembuatan laporan palsu dan penipuan.(IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)

Dijelaskan, pelaku diproses dan terbukti membuat laporan palsu. Selanjutnya, kepolisian menyangkakan pelaku dengan Pasal 220 dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan.

Setelah ditetapkan menjadi tersangka pembuat laporan palsu, aparat dari Reskrim Polres Kulonprogo menemukan fakta baru. Novia, ternyata juga melakukan kasus penipuan jual beli tanah.

Kanit IV Reskrim Polres Kulonprogo, Ipda Budiman menyatakan bahwa pelaku juga terbukti melakukan penipuan jual beli tanah setelah korbannya yang berinisial WDA membuat laporan pada 17 Oktober. Adapun kronologinya, berawal saat WDA membeli tanah dari pelaku seharga Rp100 juta. ”Sudah terbayar sebesar Rp 74 juta,” jelasnya.

Namun diketahui bahwa tanah tersebut belum dimiliki tersangka secara penuh. Sebab,pelaku baru membayar sebesar Rp 20 juta yang kemudia dijual kepada MDA. ”Uang hasil kejahatan telah dihabiskan pelaku untuk menutupi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Dari hasil penangungkapan kasus ini, Budiman menyampaikan bahwa polisi berhasil mendapatkan barang bukti berupa bukti transfer uang pembelian tanah yang ditujukan ke rekening pelaku. Juga diamankan satu unit motor matik milik pelaku, karena dibeli dari uang hasil penipuan. ”Untuk kasus ini diberatkan Pasal 378 atas penipuan dan diancam hukuman 4 tahun penjara,” terangnya. (inu/bah)

Kulonprogo