RADAR JOGJA – Masyarakat harus mulai memahami tentang bahaya menerbangkan mainan di sekitar wilayah bandara yang berada di Jogjakarta. Alat seperti drone, layangan, lampion dan sinar laser dapat membahayakan lalu lintas pesawat.

General Manager Yogyakarta International Airport (YIA), Agus Pandu Purnama mengatakan, masyarakat cukup masif bermain permainan udara akhir-akhir ini. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap aktivitas penerbangan, khususnya disekitar wilayah Yogyakarta International Airport (YIA) maupun Bandar Adisutjipto.

Bahkan, sebutnya beberapa waktu lalu, layang-layang sempat tersangkut di landing gear saat hendak mendarat di Adisutjipto. Kemudian ada juga balon udara yang terbang setinggi 6.000 hingga terlihat oleh pilot. ”Ini tentu harus menjadi perhatian bersama,” ujar Pandu usai menghadiri FGD tentang bahaya permainan udara yang digelar di YIA, Kamis (26/11).

Guna mencegah kasus yang membahayakan lalu lintas penerbangan ini kembali terulang, Pandu menyatakan bahwa pihaknya sudah membentuk tim khusus guna menertibkan aktivitas permainan udara tanpa izin. Khususnya yang permainan yang dilakukan disekitar wilayah bandara.

Meski sudah ada tim khusus, pihaknya tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya dari bermain drone, layang-layang, lampion dan sinar laser tersebut. Sehingga jenis kegiatan tersebut bisa kemudian diantisipasi. ”Untuk sementara, sanksi yang diberikan masih sebatas imbauan. Namun ke depan tidak menutup kemungkinan akan ada tindakan seperti yang ada di wilayah Wonosobo,” imbuh Pandu.

Turut hadir sebagai peserta FGD, Lurah Jangkaran di Kecamatan Temon Murtakil mengatakan bahwa sosialisasi tersebut memberi pemahaman bagi dirinya. Diakuinya, sampai saat ini memang masih masyarakat yang melakukan aktivitas permainan udara di sekitar bandara, yakni layang-layang.

”Selain anak-anak ada juga orang dewasa melakukan aktivitas tersebut, bahkan dilakukan saat malam hari. Tentu hal itu akan kami sosialisasikan ke masyarakat,” ujar Murtakil. (inu)

Kulonprogo