RADAR JOGJA – Meski tergolong berbahaya, hobi mengendarai sepeda motor trail saat ini kian digandrungi. Sensasi menantang dalam menerabas dan menaklukan lintasan tanah, membuat hobi ini banyak peminat.

Pennggiat Trail Jogja, Abid Alamsyah mengatakan, bahwa hobi trail memiliki sensasi menyenangkan bagi mereka yang suka dengan tantangan. Sensasi melewati trek tanah yang kasar dan terjal akan memacu adrenalin siapapun yang mengendarai motor ini.

“Selain menantang, saat ini hobi trail juga banyak diminati berbagai kalangan. Sehingga menjadi media silahturahmi dan menambah relasi,” ujarnya kepada Radar Jogja, Jumat (20/11).

Di Jogjakarta, Abid mengungkapkan bahwa banyak tersedia trek khusus untuk melakukan hobi ini. Diantaranya, jalur Imogiri di Bantul, Samigaluh di Kulonprogo dan Borobudur Highland yang berada di perbatasan Jogja-Magelang.

Dikatakan, kesemua trek tersebut memiliki rintangan dan kesulitannya masing-masing. “Untuk jalur yang disediakan kita tinggal lewat saja, trek dan rintangannya pun juga sudah dibuat khusus untuk trail. Jadi sangat terasa menantang,” imbuh pemuda asal Sleman ini.

Kemudian jika masih baru memulai hobi ini, Adid menyarankan agar memilih motor yang dibuat untuk jenis trek tanah. Bisa dengan membeli kendaraan pabrikan atau memodifikasi dari motor standar.

Untuk kendaraan pabrikan, ia mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada beberapa produsen kendaraan bermotor di Indonesia sudah banyak mengeluarkan motor dengan standar trek tanah. Diantaranya, Kawasaki KLX, Honda CRF dan Yamaha WR. Dimana pabrikan motor tersebut memiliki pilihan mesin antara 150cc hingga 250cc.

Sementara bila ingin memodifikasi dari motor standar, Abid menyarankan agar calon penghobi menyiapkan dana berkisar Rp 8juta hingga Rp 10 juta dan satu unit motor standar. Khusus custom harga, bisa lebih rendah atau lebih tinggi, tergantung dari pemilihan part-nya.

“Untuk motor trail pabrikan rata-rata berada di harga 25 sampai 30 juta. Kalau mau custom saya sarankan memilih ban,velg, stang, suspensi dan ukuran gear khusus trail,” ujar Abid. (inu/bah)

Kulonprogo