RADAR JOGJA – Klaster penularan Covid-19 di lingkungan perkantoran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kulonprogo semakin meluas. Setelah sebelumnya ditemukan 25 orang tertular kini bertambah menjadi 39 orang. Ketidaktertiban dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) menjadi penyebab utama meluasnya klaster ini.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan adapun penambahan 39 kasus ini merupakan hasil tracing dari sebagian orang yang sudah berkontak dengan ASN Disdukcapil. Dengan rinciannya, 30 kasus merupakan karyawan Disdukcapil sementara sembilan kasus lainnya merupakan orang di luar kantor tersebut.
Dari 39 kasus, 35 diantaranya merupakan warga Kulonprogo. Sementara empat orang lainnya berasal dari luar Kulonprogo. ”Untuk orang luar kabupaten saat ini sudah diserahkan ke gugus tugas masing-masing wilayah,” terang Baning, saat ditemui di Kompleks Pemkab Kulonprogo Kamis (19/11).

Baning melanjutkan, saat ini pihaknya juga tengah menunggu hasil swab dari orang yang pernah berkontak dengan pegawai Disdukcapil. Total ada 200 sampel yang masih menunggu hasil tes di laboratorium.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya menemui kendala dalam keputusan hasil swab kasus Covid-19 di Kulonprogo . Yakni, kemampuan laboratorium penguji hanya mampu melakukan pengujian terhadap 80 sampel perharinya. “Jadi masyarakat harus ekstra sabar,” imbuhnya.

Meluasnya klaster perkantoran pertama dan terbesar di Kulonprogo ini, Baning menyebut disebabkan karena ketidak tertiban pegawai Disdukcapil dalam penerapan protokol kesehatan. Selain itu, ASN yang menjadi episentrum penularan juga diketahui tidak patuh untuk melakukan saat tahu mengalami gejala Covid-19.
Sebelumnya Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan untuk saat ini kantor Disdukcapil memang dilakukan penutupan hingga hari ini (20/11). Hal itu, menyusul terbentuknya klaster perkantoran tersebut.
Sutedjo menyampaikan, pegawai yang dinyatakan tertular virus tersebut kini diminta untuk melakukan evaluasi mandiri. Sementara untuk pelayanan publik di kantor Disdukcapil hanya dilayani secara online. (inu/bah)

Kulonprogo