RADAR JOGJA – Fenomena gelombang tinggi laut selatan Jawa beberapa hari terakhir ini berdampak kerusakan di kawasan Pantai Glagah, Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon, Kulonprogo. Sejumlah warung dan fasilitas penunjang wisata yang ada di tepi pantai porak-poranda diterjang ombak pada Minggu (1/11) malam.

Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo mencatat, sejumlah fasilitas rusak meliputi tiga bangunan warung, dua kamar mandi umum dan tempat parkir wisata tidak jauh dari bibir Pantai Glagah sebelah barat.

Terjangan ombak juga membuat sejumlah pohon yang berfungsi sebagai sabuk hijau Yogyakarta International Airport (YIA) ambruk dan memicu abrasi di kawasan tersebut. “Abrasi terjadi sepanjang 100 meter dengan kedalaman tujuh meter,” ucap Anggota SRI Wilayah V Kulonprogo, Agung Nugroho di lokasi kejadian, Senin (2/11).

Dijelaskan, gelombang pasang di Pantai Glagah terjadi sejak Minggu (1/11). berdasarkan hasil pengamatan, ketinggian gelombang pasang mencapai empat meter. “Kurang lebih tiga sampai meter. Masyarakat kami imbau untuk menunda segala aktivitas di sepanjang pantai. Wisatawan tetap dibolehkan berkunjung, namun dilarang mendekati apalagi sampai bermain atau mandi di pantai,” jelasnya.

Pengelola tempat parkir dan kamar mandi umum Pantai Glagah, Samsudi mengungkapkan, kerugian materi mencapai puluhan juta. Dirinya belum ada rencana untuk melakukan renovasi atau pindah ke lokasi lain. “Saya biarkan dulu sementara, belum tahu pati berapa kerugian, namun prediksi ya bisa mencapai Rp 10 juta kerugian jika dilihat kerusakan yang cukup parah seperti itu,” ungkapnya. (tom/bah)

Kulonprogo