RADAR JOGJA – Warga tidak bisa sembarangan bermain layang-layang di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Yogyakarta International Airport (KKOP-YIA). Bila itu dilakukan, hukuman penjara dan sanksi materi siap menanti.

Pts General Manager YIA, PT Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama menjelaskan, larangan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1/ 2009 tentang Penerbangan. Warga dilaarang melakukan kegiatan yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Termasuk menerbangkan layang-layang, balon udara dan drone di sekitar KKOP yang berjarak 15 kilometer dari bandara. ”Sanksinya penjara maksimal 3 tahun atau denda maksimal Rp1 miliar,” jelas Pandu Senin (26/10).

Untuk itu, PT Angkasa Pura (AP) I sebagai operator YIA Temon Kulonprogo, akan menindak tegas warga yang kedapatan menerbangkan layang-layang di sekitar bandara. Sikap itu berangkat dari insiden sebuah layang-layang tersangkut di bagian landing gear pesawat Citilink yang akan mendarat di Bandara Adisutjipto, Jogjakarta, Sabtu (24/10) lalu.

Dijelaskan, pihaknya sudah menerima instruksi Kementerian Perhubungan untuk menindak siapapun yang kedapatan menerbangkan layang-layang di KKOP-YIA. Diungkapkan, pihak bandara telah mendapatkan peringatan dari Kementerian Perhubungan terkait layang-layang yang bisa mengakibatkan obstacle penerbangan. ”Jika ada yang kedapatan menerbangkan layang-layang bisa ditangkap dan dituntut,” katanya.

Sebagai antisipasi, pihaknya sudah membentuk satuan tugas (satgas) layang-layang per Mei 2020 lalu. Mereka bertugas memantau dan memastikan kawasan bandara steril dari layang-layang.

Ditambahkan, pihaknya juga sudah membuat surat edaran (SE) tentang larangan menerbangkan layang-layang di kawasan bandara. SE ini tidak hanya berlaku di YIA, tetapi juga di Bandara Adisutjipto. Sampai saaat ini, pihaknya belum terlihat obstacle layang-layang di sekitar YIA. Melihat adanya potensi, diterbitkanlah SE. ”SE juga kami kirimkan kepada Bupati Kulonprogo dan Purworejo,” ucapnya.

Dijelaskan, KKOP-YIA juga meliputi Kabupaten Purworejo, bahkan rata-rata landing pesawat jusrtu lebih banyak dari arah barat (Purworejo). Sementara ketinggian pesawat saat landing di bawah 200 meter. “Jika ketinggian layang-layang melebihi 200 meter ini berbahaya, satgas terus memantau mudah-mudahan insiden di Adisutjipto tidak terjadi di YIA,” harapnya.

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Kulonprogo dan satuan tugas penanganan Covid-19 Kapanewon Galur belum lama ini juga sempat membubarkan layang-layang di wilayah Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Kapanewon Galur.

Kepala Satpol PP Kulonprogo, Sumiran menegaskan, pembubaran dilakukan untuk menghadirkan kerumunan massa. Menurutnya, tidak hanya mengganggu KKOP untuk aktivitas menerbangkan layang-layang di wilayah dekat bandara, layang-layang juga tengah menjadi tren dan berpotensi menyebabkan kerumunan massa yang tidak disarankan dalam masa pandemi Covid-19.  (tom/bah)

Kulonprogo