RADAR JOGJA – Komisi IV DPRD Kulonprogo yang membidangi kepariwisataan, melakukan monitoring ke destinasi Wisata Alam Kalibiru, Senin (12/10). Inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin Ketua Komisi IV Istana SH, MIP ini dalam rangka melihat dari dekat penerapan protokol kesehatan (prokes) di Kalibiru.

Sebelum diterima oleh pengurus dan pengelola, begitu sampai di lokasi, rombongan langsung menyusuri spot-spot yang ada di sana. Yang pertama dilihat adalah tempat pembelian tiket dan pintu masuk pengunjung. Setelah itu baru melihat fasilitas lain seperti kamar mandi/toilet, tempat-tempat berswafoto, dan tentunya warung-warung yang ada di dalam kawasan Kalibiru.

Dari hasil sidak diketahui bahwa Wisata Alam Kalibiru telah menerapkan protokol kesehatan secara baik. Misalnya tempat cuci tangan beserta sabunnya terpasang di banyak tempat, setiap pengunjung yang datang diwajibkan bermasker. Bahkan ada petugas yang setiap saat menginformasikan tentang pentingnya menjaga jarak dan tidak berkerumun. Juga disiapkan satu unit mobil untuk kepentingan jika sewaktu-waktu ada pengunjung yang harus dievakuasi.

Ketua Komisi IV Istana mengatakan, sejak munculnya pandemi Covid-19 hingga saat ini pemerintah telah mengambil kebijakan adanya “pranata anyar” di tempat-tempat pariwisata. Pranata anyar yang dimaksudkan adalah penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat wisata. Bahkan juga terdapat ruangan laktasi (tempat untuk menyusui).

“Monitoring ini untuk melihat kondisi yang ada di lapangan tentang bagaimana penerapan protokol kesehatan itu. Dan ternyata di Kalibiru ini sangat baik penerapan prokesnya,” kata Istana kepada Jawa Pos Radar Jogja di sela kegiatan monitoring di Kalibiru, Senin (12/10).

Istana berharap penerapan prokes yang sudah baik ini terus dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan. “Semua pihak sangat konsen dengan pandemi ini. Dan terhadap tempat-tempat wisata, terhadap para pelaku usaha bidang ini agar serius dan memiliki perhatian lebih terhadap protokol kesehatan hingga pandemi ini hilang dari bumi,” kelakar Istana.

Usai melihat dari dekat penerapan prokes, rombongan diterima para pengelola dan pengurus Wisata Alam Kalibiru di sebuah joglo. Penerima rombongan itu Sudadi (ketua pengelola), Parjan (ketua HKm/Hutan Kemasyarakatan), Kamijan (Anggota HKm), dan beberapa pengurus lainnya.

Dalam dialog diketahui para pengurus dan pengelola Wisata Alam Kalibiru sangat sadar tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19. “Tentu kami semua tidak boleh main-main di tengah pandemi. Sejak awal, sejak ada imbauan dari pemerintah, kami sangat ketat dan tertib terhadap prokes ini,” kata Ketua Pengelola Wisata Alam Kalibiru Sudadi.

Diakui sejak adanya pandemi telah mempengaruhi jumlah kunjungan ke Kalibiru. Akibatnya, manajemen Wisata Alam Kalibiru harus mengurangi tenaga yang kerja. “Karena kesulitan dalam penggajian, kami dengan terpaksa telah mengurangi jumlah SDM. Sekitar 20 tenaga freelance untuk sementara kami rumahkan,” katanya.

Pengurangan pekerja itu dalam rangka efisiensi agar Wisata Alam Kalibiru tetap survive. Efisiensi yang lain juga telah dilakukan yakni  pemotongan upah terhadap karyawan. “Tapi alhamdulillah semua karyawan bisa menerima dan memaklumi kebijakan kita ini. Sehingga Wisata Alam Kalibiru masih tetap terjaga eksistensinya,” tandasnya.

Pada akhir serap aspirasi dalam sidak, pengurus Wisata Alam Kalibiru menitip pesan agar Komisi IV DPRD Kulonprogo ikut menyuarakan keinginan mereka, yakni akses jalan menuju Wisata Alam Kalibiru diperluas dan diperbaiki. Ditambah adanya penerangan jalan, serta tambahan unit mobil untuk kepentingan operasional dan pelayanan pengunjung.

Untuk diketahui, sebelum sidak ke Kalibiru di Kokap, beberapa hari sebelumnya Komisi IV DPRD Kulonprogo yang terdiri atas Istana (ketua), Suharto (wakil ketua), Tito Kurniawan (sekretaris), Ida Ristanti (anggota), Tukijan (anggota), Nasib Wardoyo (anggota), Ratna Purwaningsih (anggota) dan Agung Raharja (anggota) juga melakukan sidak prokes ke Pantai Trisik di Galur. (*/jko)

Kulonprogo