RADAR JOGJA – Penyaluran bantuan sosial (Bansos) beras kepada Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) di Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Temon akhirnya dilakukan. Setelah sebelumnya ditunda akibat munculnya klaster arisan dengan beberapa orang positif korona.

Koordinator PKH Kulonprogo, Totok Hariyanta mengatakan, ada 493 KPM di Hargomulyo yang menerima Bansos. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil koordinasi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo, Perum Bulog DIJ dan relawan Covid-19 Hargomulyo.

“Penyaluran dilakukan di 11 titik aik di rumah dukuh, balai desa dan rumah-rumah warga. Setiap titik 50 KPM, setiap KPM mendapat jatah dua kali penyaluran (Agustus-September) atau masing-masing 30 kilogram,” katanya, Senin (12/10).

Ditegaskan, teknis penyaluran tetap memperhatikan protokol kesehatan, semua wajib mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan air yang mengalir. “Tidak harus dengan APD lengkap, tapi protokol kesehatan wajib,” tegasnya.

Dijelaskan, jika tidak ada kendela, penyaluran tahap ketiga atau Oktober diagendakan minggu ketiga bulan ini, bersamaan dengan kelurahan lainya. Brdasarkan jadwal awal, penyaluran di Hargomulyo, berlangsung pada 17-26 September 2020. Namun penyaluran harus ditunda karena di kalurahan tersebut terjadi penularan Covid-19 yang menjangkiti puluhan warga.

“Penyebaran virus itu berawal dari arisan RT di Dusun Tlogolelo, Hargomulyo kemudian menyebar ke dusun tetangga yakni Dusun Pripih, Hargomulyo. Hal ini yang menyebabkan penyaluran bansos beras bagi 493 KPM ditunda,” jelasnya.

Kepala Dinsos P3A Kulonprogo, Yohannes Irianta menambahkan, penyaluran bansos beras di Kulonprogo menyasar 30.688 KPM dan tersebar di 88 kelurahan di Kulonprogo. Bantuan ini merupakan program dari pemerintah pusat dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Besaran bansos yang diberikan per KPM adalah 15 kilogram selama tiga bulan, mulai Agustus sampai dengan Oktober.

“Namun, penyaluran Agustus digabungkan dengan September, sehingga pada September kemarin per KPM menerima 30 kilogram sekaligus,” ucapnya. (tom/pra)

Kulonprogo