RADAR JOGJA – Pemkab Kulonprogo kembali meraih penghargaan Natamukti Awards 2020. Penyerahan penghargaan dilakukan secara virtual oleh Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki disaksikan bupati/walikota se-Indonesia.

“Kulonprogo menjadi satu dari 33 kabupaten/kota yang terseleksi. Kulonprogo mendapat penghargaan Natamukti Awards 2020 kategori Daerah yang Menjalankan Program Belanja Barang dengan Kegiatan Komunitas Warganya di Perantauan,” kata Bupati Kulonprogo, Sutedjo, Minggu (27/9).

Dijelaskan Natamukti Awards sudah ada sejak 2016 sebagai bentuk inisiasi antara organisasi non profit dunia, International Council for Small Busines (ICSB) Indonesia dan Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia untuk mengapresiasi kabupaten/kota yang berhasil mendorong keberlangsungan UKM di daerah masing-masing, khususnya di masa pandemi Covid-19.

Ada tiga indikator penilaian, diantaranya komersialisasi pasar, inovasi produk, dan proses operasional terkait merek. Semua disesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini, sehingga setiap pemerintah daerah dilihat bagaimana mendorong promosi UMKM daerahnya walau sedang krisis. “Termasuk mengedukasi kewirausahaan masyarakat, dengan regulasi sehingga tercipta ekosistem UMKM yang cepat pulih di tengah pandemi,” jelasnya.

Menurutnya, penghargaan yang diterima menjadi motivasi bagi Pemkab Kulonprogo untuk lebih meningkatkan pembinaan UMKM agar lebih berkembang. UMKM sebagai penyangga ekonomi nasional, harus terus digencarkan, pembinaan dan pengembangan harus terus dilakukan.

“Penghargaan ini jangan membuat puas, tetapi sebaliknya harus dipertahankan atau lebih ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara dalam sambutannya, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menegaskan, Penghargaan yang diberikan menjadi momentum yang penting dan strategis dalam menguatkan sinergi empat pilar (pemerintah, akademisi, peneliti, dan pelaku usaha) untuk secara simultan bergerak mencapai tujuan.

“Gerakan konsumsi masyarakat untuk membeli produk UKM, mengantisipasi dampak ekonomi dan mempercepat proses pemulihan ekonomi harus dilakukan,” tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo, Sri Harmintarti mengungkapkan, penghargaan yang diterima menjadi bukti bahwa Pemkab Kulonprogo selalu berkomitmen terhadap pemberdayaan partisipasi UMKM dengan baik di back up APBD/APBN bahkan Non APBD/APBN.

“Ini merupakan keberpihakan pemerintah kepada rakyat, masyarakat sebagai entitas UMKM diharapkan juga terus berkomitmen mengoptimalkan peluang atau kebijakan dari pemerintah. Kulonprogo tetap diuntungkan dengan program Bela Beli Kulonprogo yang selama ini terus digelorakan,” ungkapnya. (tom/pra)

Kulonprogo