RADAR JOGJA – Bupati Kulonprogo Sutedjo dan Wabup Fajar Gegana hadir langsung dalam rapat koordinasi (Rakor) Penanganan Covid-19 di ruang rapat Sermo, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Kamis (24/9). Mereka mencemaskan sebaran kasus Covid-19 di Kulonprogo beberapa hari terakhir.

Bupati Sutedjo menyatakan perkembangan dan penambahan kasus positif Covid-19 di Kulonprogo cukup mengkhawatirkan. Meskipun kasusnya jauh lebih sedikit dibanding daerah lain di DIJ. “Penambahannya sangat parah, hal ini butuh perjuangan dan kerja sama yang lebih gigih antara pemerintah dan masyarakat. Tidak boleh lengah atau santai-santai saja,” ucapnya.

Dijelaskan, berdasarkan data penambahan kasus terbanyak terjadi pada 15 September di mana ada 11 orang dalam sehari dan 19 September ada 10 orang. “Kasus klaster arisan dan Pasar Pripih harus bisa dicarikan cara terbaik untuk mengatasinya. Ini sekaligus menjadi pelajaran dan tidak boleh terjadi di tempat lain,” jelasnya.

Menurut Sutedjo, perlu dilakukan berbagai upaya dan langkah-langkah cepat untuk mengendalikan dan menekan situasi dewasa ini. Sehingga pasien positif tidak terus bertambah atau tidak muncul kasus baru lagi. “Rapat kali ini untuk mencari solusi dan langkah terbaik, dan protokol kesehatan menjadi salah satu hal yang tetap wajib ditekankan,”  ujarnya.

Wabup Fajar Gegana yang juga ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo menambahkan, pemantauan disiplin protokol kesehatan (proeks) sangat penting dilakukan. Meskipun diharapkan warga dengan sadar dan tidak egois ikut mencegah persebaran virus korona di tengah masyarakat.

“Acara hajatan atau keagamaan, Kemenag bisa lebih tegas mengedukasi, izin ke kelurahan atau yang lainnya harus dilakukan. Tentu bukan untuk mengahalangi, tapi mengatur kegiatan itu agar lebih aman. Sebaliknya protokol pemakaman atau penanganan pasien juga harus jelas dan transparan, sehingga tidak ada gejolak di masyarakat jika ada kasus pasien positif yang meninggal dunia,” ucapnya.

Ditegaskan, penangan Covid-19 di Kulonprogo perlu kerja sama dari berbagai pihak dengan pendampingan instansi daerah. Satpol PP harus tegas menegakkan Perbup Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Kehidupan Baru (New Normal) pada Masa Pandemi Covid-19.

“Silakan terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan, khususnya di layanan publik. Berikan sosialiasi dan edukasi masyarakat, sehingga bisa dipastikan keamanan dan ketertiban di wilayah Kulonprogo terjaga,” tegasnya. (tom/laz)

Kulonprogo