RADAR JOGJA – Pemkab Kulonprogo menyambut baik rencana Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) yang akan mengembangkan jaringan pendukung Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) di Kulonprogo. Survei daerah wisata untuk menentukan trayek-trayek baru segera dilakukan dan dikomunikasikan kepada Kementerian Perhubungan RI.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kulonprogo, L Bowo Pristiyanto mengatakan, Kulonprogo memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan dan dilakukan kerja sama dengan DAMRI dengan pola kerja sama di berbagai tempat seperti di DKI Jakarta. “Kami sudah melakukan survei dan mengumpulkan data bersama Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha DAMRI,” katanya, Selasa (22/9)

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha DAMRI, Sandry Pasambuna membenarkan, Kulonprogo memiliki potensi yang sangat bagus untuk berkembang. Sedikitnya ada 35 tempat pariwisata yang bagus, industri pariwisata Kulonprogo juga sudah masuk survei, dan memang ada beberapa wilayah yang masih kekurangan kendaraan maupun armada.

“Kami memandapatkan tugas dari pemerintah untuk mendukung moda transportasi di Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN). Ke depan, Kulonprogo akan ada banyak armada DAMRI untuk membantu meningkatkan ekonomi. Sebab, transportasi merupakan alat utama untuk meningkatkan ekonomi di daerah,” ucapnya.

Ditambahkan, satu hal perlu segera dipikirkan Pemkab yakni rest area di sekitar Yogyakarta International Airport (YIA), warga di sekitar bandara bisa menangkap peluang tersebut. Rest area, tempat kuliner dan tempat pemasaran priduk industri-industri lokal Kulonprogo sangat menarik bagi wisatawan yang datang ke Jogjakarta. “Peluang-peluang itu harus segera ditangkap,” ujarnya.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengamini, transportasi adalah kunci untuk menggeliatkan perekonomian masyarakat. Bahkan inti dari perekonomian yakni faktor produksi, faktor distribusi, dan konsumsi, sementgara transportasi menjadi bagian dari proses distribusi (distribusi publik) yang menjadi suatu keharusan. “Kulonprogo ada pengusaha-pengusaha transportasi kecil, namun ternyata ada dilema dihadapi. Nah DAMRI dengan niat membangun akses trayek transportasi publik tentu sangat baik. Destinasi-destinasi wisata di Kulonprogo yang tengah berkembang pesat tentu akan terbantu,” katanya.

Menurutnya, DAMRI juga sudah menjadi bagian dari perkembangan YIA, telah ikut menyediakan transportasi dari beberapa titik di kota Jogjakarta, terkait pengembangan pariwisata, DAMRI kini juga sudah bekerjasama dengan Inna Garuda ke Goa Kiskendo serta dari Monjali ke Pasar Plono Samigaluh yang dekat destinasi wisata Dlinggo dan sekitarnya (termasuk Suroloyo).

“Semua itu bagian dari upaya-upaya untuk menggeliatkan pariwisata di Kulonprogo. Kami tentu memberi dukungan sesuai dengan otoritas yang ada dari pemda. Kendati demikian, koordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) tetap harus dilakukan,” ujarnya.

Diungkapkan, jika rute Palbapang – YIA yang sudah dilayani DAMRI bisa diperpanjang Wonosari – YIA maka potensi orang-orang Wonosari, Gunung Kidul untuk melakukan perjalanan jauh melalui pesawat juga cukup tinggi. “Kalau ada fasilitas rute pelayanan angkutan umum Wonosari – YIA saya kira itu sangat bisa membantu saudara-saudara di Gunung Kidul, termasuk juga dari arah barat, Purworejo, Kebumen, dan sekitarnya,” ungkapnya. (tom/bah)

Kulonprogo