RADAR JOGJA – Badan Otorita Borobudur (BOB) melakukan pembahasan terkait rencana pengembangan pembangunan Zona Otorita Borobudur bersama Bupati Kulonprogo, di Ruang Rapat Menoreh, Kompleks Pemkab Kulonprogo.

Direktur Utama BOB, Indah Juanita mengatakan, BOB mengelola kawasan otorita seluas 309 hektar di Perbukitan Menoreh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang terdiri dari lima zona. Masing-masing zona resort ekslusif, zona gerbang masuk, zona petualangan, zona budaya, dan zona ekstrim.

BOB akan mulai melakukan pembangunan kawasan Zona Otoritatif Borobudur awal 2021 mendatang dan ditargetkan selesai 2024. Pembangunan tersebut meliputi infrastruktur dasar, seperti jalur jalan, air, listrik, telekomunikasi, jembatan, hingga bangunan pendukung sebagai daya dukung kawasan.

“Ada tiga tema dalam pengembangan kawasan ini, yaitu wisata ramah lingkungan (ecoutourism), wisata budaya (cultural tourism), dan wisata petualangan (adventure), pengembengan mengacu tiga pilar utama (Atraksi-Amenitas-Aksesbilitas),” katanya, Minggu (20/9).

Dijelaskan, setelah menyelesaikan master plan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Kulonprogo untuk mengetahui rencana induk petunjuk pembangunannya. Sebab master plan berfungsi sebagai alat kontrol sekaligus petunjuk terkait pembangunan yang lebih akurat serta optimalisasi sumber daya secara efisien.

“Setelah ada master plan, kami beraudiensi bersama Bupati sehingga tahu apa saja yang akan dibuat di dalamnya, kami juga harus bersinergi dengan Kulonprogo, Purworejo dan Magelang, Sebab, lokasinya berada di Purworejo tetapi jalur masuknya dari Kulonprogo dan Purworejo,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat harus menjadi bagian dari suplai tenaga kerja saat pembangunan fisik dan setelah kawasan beroperasi. Jika semua bisa terkelola dengan baik. “Ini salah satu tugas BOB, sinergi pemerintah daerah dan pihak terkait harus terjalin baik,” ujarnya.

Ditambahkan, master plan diyakini mampu mendorong kawasan Borobudur Highland sebagai kawasan wisata berkelas internasional yang berkelanjutan, edukatif, dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi daerah dan masyarakat di sekitar kawasan.

“Kami sudah kembangkan program Glamourous Camping (GLamping) De Loano di kawasan perbatasan Purworejo-Kulonprogo , titik iu akan menjadi etalase pariwisata dalam menarik investor. Glamping lain dan compound dengan kegiatan yang lebih menarik di sana juga akan diujudkan menyusul,” ucapnya.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo mendukung penuh program-program pengembangan BOB, terutama di kawasan perbukitan Menoreh wilayah Kulonprogo. Sebab, hal itu akan menambah kekuatan dan daya tarik wisata datang ke Kulonprogo.

“Kami siap mendukung program tersebut dilaksanakan demi kemajuan Kulonprogo, khususnya wilayah Samigaluh yang terhubung langsung dengan kawasan Borobudur,” ucapnya. (tom/bah)

Kulonprogo