RADAR JOGJA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kulonprogo kembali membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) angkatan ke IV tahun 2020. Pelatihan dipusatkan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mulai 7 September – 26 Oktober 2020 mendatang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulonprogo, Nur Wahyudi mengatakan, UPT BLK Kulonprogo 2020 menerima 45 paket pelatihan dengan sumber dana APBN melalui Balai Pelatihan Kerja Surakarta dan telah selesai dilaksanakan dengan jumlah 27 paket pelatihan berbasis kompetensi dari angkatan I sampai angkatan III total berjumlah 432 orang.

“Itu sudah termasuk penambahan satu paket pelatihan dimasa pandemi Covid-19 yakni membuat masker dan diikuti 16 orang peserta,” katanya.

Dijelaskan, kasus pelatihan Covid-19 mampu meningkatkan kompetensi protektif yang merupakan peluang ekonomi untuk menghadapi dampak Covid-19 dan juga untuk memutus mata rantai peyebaran. Masker yang berhasil dibuat dalam pelatihan tersebut sebanyak 7 ribu masker medis dan didistribusikan kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui BLK Surakarta sebanyak 2.500 masker.

Masker juga diberikan kepada gugus tugas penanganan Covid-19 Pemkab Kulonprogo sebanyak 2.500 masker, pelayanan publik sebanyak 500 masker, tim pemberat DKK Kulonprogo sebanyak 100 masker, sisanya untuk mendukung kegiatan pelatihan di BLK Kulonprogo.

“Ada juga pelatihan dari APBD Kulonprogo sebanyak dua paket pelatihan bagi pencari kerja, yakni sub kejuruan desain grafis (16 orang) dan di internet marketing (16 orang) total berjumlah 32 orang dan telah dilaksanakan pada bulan Maret 2020,” jelasnya.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo berharap, para peserta sungguh-sungguh mengikuti pelatihan, sehingga bisa lolos uji kompetensi, mendapatkan sertifikat kompetensi mudah diterima kerja di suatu perusahaan atau suatu kelompok usaha. Kompetensi yang dimiliki juga sangat memungkinkan untuk sukses menjadi wiraswasta.

“Ilmu yang didapat selama pelatihan bisa menjadi modal atau bekal untuk merintis usaha, kenali pasar, pelajari kemudian tentukan usaha yang paling tepat. Logikanya harus begitu jangan dibalik, bikin usaha baru mencari pasar, jangan mudah mengeluh dan tetap semangat,” harapnya. (tom/bah)

Kulonprogo