RADAR JOGJA – Kementerian Sosial mengantivasi Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kulonprogo, Rabu (19/8). Aktivasi KSB ini dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Kemanusiaan Se-Dunia.

Menteri Sosial Repubik Indonesia Juliari P Batubara mengatakan, aktivasi KSB bertujuan meningkatkan mitigasi bencana berbasis masyarakat. Juliari sempat menyaksikan simulasi kesiapsiagaan Tim Kawasan Siaga Bencana dan meninjau gelar peralatan dan kelengkapan penanggulangan bencana.

“Program KSB Kemensos sudah dicanangkan sejak 2014. Tahun ini pencanangannya menjangkau sebanyak 741 KSB di seluruh Indonesia. Di Kulonprogo ada 4 kecamatan (Temon, Panjatan, Galu dan Wates) dengan 10 KSB,” katanya dalam puncak Peringatan Hari Kemanusiaan Se-Dunia dan Aktifasi KSB di Kulonprogo, Rabu (19/8).

Dijelaskan, program KSB tidak hanya diaplikasikan saat terjadi bencana, tapi juga saat tidak ada bencana atau mitigasi.

“Jadi tidak ada teori yang lebih efektif untuk memitigasi selain lewat komunitas masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Kulonprogo telah menjadi daerah pencanangan program mitigasi bencana yang serupa melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melalui Desa Tangguh Bencana (Destana). Sehingga diharapkan, KSB dan Destana bisa bersinergi.

“Harus saling melengkapi antar lembaga, karena sama-sama memiliki tugas tanggung jawab di kebencanaan, semua harus bisa sinergi,” ucapnya.

Menurutnya, penanganan bencana harus dilakukan secara sinergi lintas kementrian dan lembaga, mulai dari tahap pencegahan, darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Sinergi antar instansi pemerintah maupun pemerintah dengan masyarakat juga menjadi kunci. Mitigasi bencana juga harus berbasis komunitas yang terlatih,” ujarnya.

Indonesia memiliki potensi bencana yang cukup lengkap, oleh karena itu dia menilai masyarakat yang berada di ujung terdepan dalam penanganan bencana dituntut memiliki prakarsa dan inisiatif.

“Maka dari itu, pendekatan penananggulangan bencana berbasis masyarakat seperti aktivasi Kawasan Siaga Bencana di Kabupaten Kulonprogo ini menjadi kebutuhan yang sangat penting,” ujarnya.

Ditegaskan, Kementerian Sosial selama empat tahun terakhir konsisten menjadi leading agency untuk mengambil inisiatif merangkul kalangan NGO, iNGO, Perserikatan Bangsa Bangsa, Palang Merah, dunia usaha serta aktor-aktor kemanusiaan lainya.

“Dalam kesempatan kali ini, saya menyampaikan selamat hari kemanusiaan Se-Dunia bagi para pegiat kemanusiaan yang selama ini berjuang untuk kemanusiaan termasuk dalam penanganan Covid-19,” tegasnya.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Pepen Nazaruddin menambahkan, sebagai penyelenggaraan kegiatan, Kementerian Sosial berkolaborasi dengan BNPB, Kementerian Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat.

Total Kampung Siaga Bencana yang sudah terbentuk di Indonesia sebanyak 741 lokasi yang melibatkan 185.250 orang. Di dalamnya termasuk 17 lokasi Kawasan Siaga Bencana yang melibatkan 4.250 orang di Kabupaten Pandeglang, Lampung Selatan, Cilacap, Kebumen dan Pangandaran,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DIJ, KGPAA Paku Alam X menyatakan, DIJ sudah ada 45 KSB di 42 Desa dan 3 Kelurahan, dalam hal ini KSB (Dinsos) bekerjasama dengan Destana (BPBD) yang sudah ada di 265 desa/kelurahan.

“Diharapkan keberadaan KSB di Kulonprogo khususnya dan di DIJ umumnya mampu menambah semangat gotong royong dan mengantisipasi bencana secara lebih baik,” ucapnya. (*/tom/tif)

Kulonprogo