RADAR JOGJA – Satu lagi destinasi wisata alternatif pilihan di bukit menoreh Kulonprogo hadir, yakni obyek wisata di Gunung Kuniran, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, yang telah melakukan simulasi di tengah pandemi Covid-19. Wisata alam ini siap menyambut new normal.

BARU: obyek wisata di Gunung Kuniran, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, memperkaya tujuan wisata bukit menoreh Kulonprogo.( HENRI UTOMO/RADAR JOGJA)

Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan menegaskan, pengelola wisata Gunung Kuniran perlu membuka layanan itket masuk secara online untuk mengurangi sentuhan langsung yang berpotensi penularan korona. Pengujung, juga perlu dibatasi agar tidak terjadi antrian panjang atau kerumunan. “Penggunaan masker juga harus diwajibkan, papan imbauan juga perlu dimasifkan selain desinfaksi titik-titik yang banyak dijamah wisatawan,” tegasnya.

Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana mengatakan, antisipasi Covid-19 tetap menjadi prioritas utama, untuk itu tempat cuci tangan harus diperbanyak, tempat sampah dan ruang isolasi untuk pengunjung apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan harus disiapkan. “Perhatikan batas maksimal pengujung yakni 70 persen tidak boleh lebih, jalur pengunjung yang naik dan turun ke objek wisata perlu diperhatikan,” ucapnya.

BARU: obyek wisata di Gunung Kuniran, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, memperkaya tujuan wisata bukit menoreh Kulonprogo.( HENRI UTOMO/RADAR JOGJA)

Asisten Daerah (Asda) II Sekda Kulonprogo, Bambang Tri Budiharsono menambahkan, upaya yang dilakukan Paguyuban Gunung Kuniran sangat bagus untuk mengembangkan wisata alternatif. Kendati demikian catatan yang diberikan baik oleh Wabup dan pihak kepolisan agar tetap diindahkan.

“Ada beberapa tahapan selama new normal bagi obyek wisata, yakni simulasi, rekomendasi, evaluasi. Semua perlu dilakukan agar sektor pariwisata tetap bisa bertahan dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya. (tom/bah)

Kulonprogo