RADAR JOGJA – Tempat konservasi penyu di kawasan Pantai Trisik, Kapanewon Galur akan segara direlokasi. Sebab tempat penangkaran anak penyu yang dikelola Kelompok Konservasi Penyu Abadi Trisik abrasi pantai setempat.

Ketua Konservasi Penyu Abadi Trisik Jaka Samudra mengatakan, abrasi Pantai Trisik tergolong parah, jarak bibir pantai yang awalnya sekitar 100 meter terus terkikis dan kini sudah tidak aman. “Jarak pantai dengan penangkaran tukik yang kini kurang dari 30 meter. Kondisinya mengkhawatirkan ini harus dijawab dengan relokasi. Rencana ini sudah kami sampaikan kepada bupati,” ucapnya, Minggu (9/8).

Lokasi relokasi baru sudah dipilihkan tempat, yakni di sekitar Joglo Wisata Trisik yang terbilang cukup aman dengan jarak lebih dari 100 meter dari bibir pantai. Tempatnya juga lebih luas dibanding tempat sebelumnya. “Daya tampung untuk tukik-tukik yang ditampung juga lebih luas dan bisa lebih banyak lagi,” jelasnya.

Kelompok Konservasi Penyu Abadi Trisik sudah berdiri sejak 2004. Kelompok ini telah berkontribusi melestarikan penyu jenis lekang yang habitatnya di perairan Kulonprogo. “Sejak awal berdiri, ribuan ekor tukik berhasil dirawat dan dilepasliarkan. Perawatan mulai telur, menetas menjadi tukik dan setelah cukup besar, dilepasliarkan,” ucapnya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIJ Untung Suripto mengungkapkan, rencana relokasi tempat penangkaran penyu di Pantai Terisik laik dilakukan. Sebab jarak ideal tempat penangkaran dengan bibir pantai minimal 50 sampai 100 meter. “Karena abrasi, lokasi konservasi tukik di trisik ini sudah terlalu dekat dengan bibir pantai, memang sudah seharusnya direlokasi,” ungkapnya. (tom/pra)

Kulonprogo