RADAR JOGJA – Berdasarkan catatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIJ, angka kasus di wilayah Kulonprogo hingga saat ini hanya delapan kasus pasien positif Covid-19. Bupati Kulonprogo Sutedjo menuturkan, masyarakat adalah kunci utamanya. Dalam penanganan kasus Covid-19, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Bahkan dia menuturkan pemerintah hanya sebagai sosok regulator dalam konteks penanganan Covid-19.

“Masyarakat punya peranan yang sangat penting dibandingkan pemerintah. Kalau bisa dibilang kami tinggal mengemudi bukan mengayuh. Kuncinya memang di masyarakat,” jelasnya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Rabu (13/5).

Strategi ini terus digelorakan pasca merebaknya Covid-19. Kulonprogo berhasil menekan angka persebaran di wilayahnya. Dari total delapan kasus positif Covid-19 masih tergolong imported cases. Dalam arti lain belum terjadi local transmision.

Gerakan isolasi mandiri berjalan atas kesadaran warganya. Apabila ada pemudik maka wajib menjalani prosedur tersebut. Bahkan keluarga terlibat aktif dalam proses isolasi mandiri di rumah.

“Pendatang harus isolasi mandiri di tempat keluarga yang dituju. Kalau memang terpaksanya ke fasilitas pemerintah, juga telah kami siapkan,” katanya.

Isolasi mandiri di fasilitas pemerintah juga turut ada peran keluarga. Berupa pemberian logitik kepada anggota keluarga selama menjalani isolasi mandiri.

“Bukan kami Joyo Endo tapi kami membiasakan agar masyarakat juga memiliki tanggungjawab. Saat timbul rasa peduli, maka gerakan meminimalisir persebaran Covid-19 bisa terwujud,” ujarnya.

Kulonprogo sendiri juga memiliki beberapa klaster besar. Mulai dari klaster jamaah tabligh, klaster Gereja Protestan Indonesia Barat hingga klaster Indogrosir Mlati. Ada pula santri pondok pesantren Temboro Magetan Jawa Timur dan peserta tabligh Akbar Gowa Sulawesi Selatan.

Terkait ketersediaan ruang isolasi, Sutedjo menjamin tetap aman. Untuk saat ini dua rumah sakit rujukan menjadi andalan wilayahnya. Tepatnya RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang. Keduanya memiliki kapasitas 20 ruang isolasi.

“Saat ini sudah terisi 14 kamar, masih sisa enam. Tapi kami sudah siapkan perluasan di RSUD Wates. Space tersedia, tinggal kami partisi saja kalau kedepan ada penambahan kasus,” katanya. (dwi/tif)

Kulonprogo