RADAR JOGJA – Objek wisata Pantai Glagah di Kecamatan Temon, Kulonprogo ditutup per Selasa (21/4). Penutupan ini untuk mencegah persebaran virus korona sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Triyo Reno Andika, 27, warga Glagah mengatakan, seluruh akses menuju kawasan pantai, baik itu jalur utama atau jalan-jalan alternatif yang melintasi permukiman warga telah diblokade palang kayu. Warga juga melakukan penjagaan di setiap pintu masuk pantai. “Akses jalan hanya boleh digunakan warga sekitar yang memiliki kepentingan mendesak,’’ ujarnya di posko mandiri Pantai Glagah.

Dijelaskan, meskipun sudah tutup, masih ada masyarakat yang hendak masuk ke kawasan pantai, jumlahnya mencapai 60 orang hingga 100 orang per hari. Semua diminta untuk putar balik. Mereka datang baik menggunakan sepeda, kendaraan motor atau mobil. “Tapi karena sudah ditutup, kami larang masuk,” jelasnya.

Tidak jarang pengunjung yang kecele karena tidak boleh masuk dan akhirnya memilih pulang. Seperti yang dialami Yatin Suyatman, 40, warga Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Ia mengaku sudah sampai di pintu masuk pantai untuk bertemu dengan seorang kawan yang tinggal di dekat pantai tersebut. “Sebetulnya sekalian mau refreshing. Baru tahu kalau ditutup,” ungkapnya.

Meski pulang dengan kecewa, Yatin mengaku tak mempersoalkan penutupan tersebut. Sebab untuk kepentingan dan kebaikan bersama. “Saya setuju saja,’’ ujarnya. (tom/din)

Kulonprogo