RADAR JOGJA, Tender lelang reklame di Yogyakarta International Airport (YIA) menyisakan. Sejumlah pengusaha mempersoalkan kabar keikutsertaan sebuah perusahaan yang diduga milik seorang pejabat tinggi di Jakarta mengikuti tender.

Wijaya, seorang perwakilan PT RKA menyebut, sejatinya sah-sah saja perusahaan tersebut mengikuti tender. Namun secara etik hal itu dianggap tidak pantas. Wijaya khawatir perusahaan ini dijadikan pemenang tender dan membuka peluang KKN.” Sekaligus memengaruhi fairness dari tender ini,’’ kata Wijaya,Senin (2/3/2020).

Wijaya menyebut panitia tender sudah mengetahui, perusahaan tersebut milik seorang pejabat. Jadi, tanpa diminta pun seharusnya dicoret.

General Manager PT Angkasa Pura I Jogjakarta Agus Pandu Purnama memastikan proses lelang Angkasa Pura dilakukan secara profesional. Lelang dilakukan dengan tata cara yang telah ditentukan. Menurutnya, karena lelang ini bersifat terbuka, siapa pun boleh mengakses.

Selama memenuhi syarat administrasi, perusahaan tersebut bisa mengikuti lelang. Syarat administrasi ini dilakukan secara online. Jika persyaratan tidak lengkap syarat, otomatis akan tidak lolos. Sebagai BUMN, PT Angkasa Pura I, akan mempertaruhkan good corporate governance (GCG),  sehingga tidak akan mungkin ada permainan di dalam proses lelang.

Disinggung mengenai ada perusahaan milik pejabat tinggi ikut lelang, Agus Pandu mengaku tidak mencermatinya. Dia hanya memastikan lelang dilakukan secara terbuka dan profesional. Tidak otomatis penawaran terendah pasti menang.”Ada kajian aprasial dan lain sebagainya,’’ tegasnya.(din)

Kulonprogo