RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menguras genangan air di Underpass Kulur, Temon yang mengakibatkan tewanya dua remaja beberapa waktu lalu. Genangan di underpass yang sudah 10 tahun dibangun dan belum difungsikan ini dikuras menggunakan pompa disel.

Genangan mulai surut. Sebanyak lima unit pompa dikerahkan Selasa (25/2) petang. “Debit air kini tinggal sekitar satu meter,” jelas Penjaga Operator Underpass Kulur, Budi Pratomo, Rabu  (26/2).

Dijelaskan, untuk mempercepat pekerjaan rencana akan ditambah dua pompa tambahan. Genangan air terjadi sejak musim penghujan. Curah hujan yang tinggi dan posisi underpass yang berada di bawah permukaan tanah sekitarnya membuat genangan semakin parah. “Musim kemarau saja ada airnya, apalagi pas musim hujan seperti saat ini,’’ jelasnya.

Kabid Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo Nurcahyo Budi Wibowo menambahkan, sesuai dengan instruksi bupati, lima unit pompa dipasang. Perkembangan akan dipantau dan dievaluasi dikemudian hari. Targetnya air surut dulu. Setelah itu pihaknya akan berkoordinasi dengan DPUPKP Provinsi DIJ.”Ini terkait pemasangan pompa atau penyelesaian secara permanen,” ungkapnya.

Ditambahkan, pihaknya juga sudah mengirimkan surat kepada gubernur DIJ meminta percepatan dari provinsi untuk menindaklanjuti Underpass Kulur agar tidak terjadi kecelakaan kembali.”Karena ini menjadi kebijakan dan tanggung jawab provinsi,” ucapnya. (tom/din)

Kulonprogo