RADAR JOGJA – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur perbukitan Menoreh menyebabkan bencana longsor, Minggu (16/2) petang. Dinding rumah milik Mujiyo, warga Pedukuhan Tritis, Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh jebol diterjang longsor tebing setinggi tujuh meter yang berada di belakang rumah.

Anak Mujiyo, Dwi Febri mengatakan, peristiwa tanah longsor bermula setelah hujan turun cukup lebat. Saat hujan reda sekitar pukul 15.00, tebing di belakang rumah tiba-tiba longsor. “Saat kejadian saya lagi mau tiduran, material tanah longsor menerjang tembok belakang rumah,” ucapnya, Senin (17/2).

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonpogo, Edi Wibowo membenarkan hujan terjadi sejak Jumat-Minggu dan memicu bencana di Kulonprogo.

Selain tanah longsor di Kelurahan Ngargosari (Samigaluh), longsor juga terjadi di Kelurahan Hargotirto (Kokap). Kedua peristiwa itu hanya menyebabkan kerusakan atau tidak memakan korban jiwa.

Tidak hanya longsor, sebuah pohon juga tumbang menimpa rumah di Kelurahan Beji, Kapanewon Wates dan atap rumah warga Pedukuhan Ngemplak, Kalurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan.

Diharapkan, masyarakat tetap waspada, khususnya warga yang berada di daerah rawan longsor, mengingat intensitas hujan masih tinggi. Masyarakat diminta untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman jika cuaca membahayakan.

“Segera amankan diri jika hujan lebat dan lama,” harapnya. (tom/bah)

Kulonprogo