RADAR JOGJA – Budaya literasi harus tetap dipertahankan. Inilah yang mendorong Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulonprogo mengadakan sekolah literasi bagi para kepala sekolah dan guru.

Kegiatan ini diikuti kepala sekolah dan guru dari tiga Kecamatan Sentolo, Pengasih, dan Wates. Kegiatan ini bekerjasama dengan Dompet Duafa. Panitia pelaksanaan kegiatan Wahyu Widyawati dari Dompet Dhuafa mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan performa sekolah baik guru untuk ditularkan kepada siswa. Tujuan sekolah literasi ini untuk membentuk kepribadian kepala sekolah dan guru sebagai panutan dalam sebuah sistem pembelajaran.”Mereka akan dimonitoring,” katanya, kemarin (5/2).

Konsultan relawan sekolah literasi Indonesia Irfa Ramadhani menambahkan, daya tarik sekolah literasi bisa dimulai dari kepala sekolah dan guru. Kemudian disampaikan kepada peserta didik. Literasi tidak hanya meningkatkan kecapakan bagi para siswa, namun tetap harus dilakukan secara komperhensif mulai kepala sekolah dan guru. “Setelah itu diterapkan kepada para siswanya,” ucapnya.

Kepala Madrasah Ibtidaiyah Kenteng Rujito mengungkapkan, sekolah literasi sangat berguna untuk mendalami teknis meningkatkan minat baca bari para siswa harus. Khususnya bagaimana mengemas sarana dan prasarana penunjang pembelajaran. “Agar anak-abak tetap gemar membaca,” ungkapnya. (tom/din)

Kulonprogo