RADAR JOGJA – Harga cabai di Kabupaten Kulonprogo terus mengalami peningkatan selama dua pekan terakhir. Mencapai Rp 85 ribu per kilogram, fluktuasi harga cabai membuat penjual mengurangi dagangan, sementara pembelian juga berkurang.

Kondisi ini terpantau di pasar tradisional Wates Kulonprogo, di mana semua jenis cabai mengalami kenaikan harga, khususnya jenis cabai rawit merah dan cabai lalap atau rawit setan. “Menggu lalu baru Rp 50 ribu per kg, sekarang Rp 85 ribu,” ucap seorang pedagang cabai di lapak sayur pasar itu, Tukirah, Kamis (30/1).

Dijelaskan, tidak hanya cabai rawit, cabai merah keriting juga naik dari Rp 30 ribu per kilogram menjadi Rp 60 ribu. Menurutnya, kenaikan harga cabai ini dikarenakan stok cabai yang menipis seiring musim penghujan.

“Biasanya saya dapat jatah lebih dari 20 kilogram. Namun beberapa hari ini hanya distok 10 kilogram saja. Saya biasa disetor dari Wonosobo atau Muntilan,” jelasnya.

Salah seorang pembeli, Wakinah, 53, warga Wates mengungkapkan, fluktuasi harga cabai menjadi hal biasa. Namun kenaikan harga cabai kali ini cukup tinggi. Ia pun terpaksa mengurangi pembelian.

“Kalau tidak ada cabai atau tidak nyambel, kurang rasanya. Tapi kalau harganya pedas seperti ini, ya mungkin beli sedikit atau tidak nyambel dululah, mahal,” selorohnya. (tom/laz)

Kulonprogo