RADAR JOGJA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo bersama Kelompok Tani (KT) Mulyo Jati dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Serayu Opak Progo melakukan gerakan penanaman pohon di Gunung Pecok, Gulurejo, Lendah, Minggu (26/1).

Kegiatan ini dilakukan untuk merehabilitasi hutan rusak dan lahan kritis di daerah tangkapan air. Sekitar 2.500 bibit pohon yang ditanam. “Ini merupakan salah satu kegiatan yang didukung penuh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, DLH Provinsi DIJ, dan DLH Kulonprogo,’’ kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Konservasi Alam Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) DIJ Menik Nilawati.

Dijelaskan, ada beberapa jenis bibit pohon yang ditanam. Di antaranya jati, mahoni, sengon, dan lainnya. Pada 2019, juga sudah dilakukan penanaman cemara udang di Pleret, Panjatan. Penanaman kali ini sengaja dipusatkan di daerah penyimpan air. “Agar vegetasi yang semakin rapat air di sekitar pun akan dihasilkan lebih banyak,” jelasnya.

Asisten Daerah Bidang Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Kulonprogo Bambang Tri Budi Harsono menambahkan, gerakan penanaman pohon merupakan sebuah bukti kepedulian kecintaan terhapa bumi dan lingkungan hidup yang ada di sekitarnya.”Kegiatan ini juga untuk edukasi, sosial, wisata, konservasi dan lain-lain,” ungkapnya.

Ditegaskan, tidak boleh hanya menebang pohon tetapi juga harus bisa menanam, gemar memelihara. Sehingga jika mau nebang dengan sistem tebang pilih dalam rangka mewujudkan hutan lestari. “Harus punya kotribusi untuk menyelamatkan alam dan harus peduli dengan alam,” tegasnya. (tom/din)

Kulonprogo