RADAR JOGJA –  Warga Desa Banjaroyono, Kecamatan Kalibawang, melakukan deklarasi stop perkawinan usia anak, Minggu (19/1) lalu. Kegiatan yang digelar di Kompleks Embung Krapyak ini dilatarbelakangi keprihatinan banyaknya kasus pernikahan dan perkawinan usia dini khususnya di Desa Banjaroyo.

“Desember 2019 jumlah pernikahan usia dini di Kulonprogo mencapai 19 orang. Banjaroyo sempat menduduki peringkat tertinggi angka pernikahan usia anak pada 2016,” jelas Kepala Desa Banjaroyono Anton Supriyono.

Menurutnya, Pemdes Banjaroyo dihadapkan pada posisi pilihan yang sulit. Sebab, dengan memberikan dispensasi pernikahan usia anak, akan jadi persoalan. Yakni timbulnya kemiskinan baru.”Karena calon pengantin belum siap,” ujarnya.

Pemdes Banjaroyo telah mengambil langkah-langkah strategis. Salah satunya membuat draft rancangan peraturan desa (Raperdes) Pencegahan Perkawinan Anak serta deklarasi. “Harus ada langkah nyata untuk menekan angka pernikahan dini,” ucapnya.

Selain Pemdes Banjaroyo, deklarsi ini juga diikuti anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Kulonprogo Sarkowi, Kabid Pengendalian Penduduk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Mardiya, DPD FBN-RI Kabupaten Kulonprogo, Gugus Tugas Desa Layak Anak (GT DLA), Paguyuban Perempuan Menoreh (Guyub Remen), dan Forum Anak Desa Banjaroyo serta Kantor Kemenag Kulonprogo.

Mereka sepakat, anak sebagai generasi penerus bangsa untuk merumuskan masa depannya. Semua haknya wajib dipenuhi, tumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satunya harus melakukan perencanaan pernikahan. “Stop pernikahan dini yang kerap menjadi sumbu permasalahan di kemudian hari,” jelasnya.

Sarkowi mengungkapkan, draf Raperdes tentang Pencegahan Perkawinan Anak dan deklarasi stop perkawinan pada usia anak pantas dicontoh di desa lain. Pihaknya menyambut positif langkah ini. Deklarasi ini merupakan kegiatan pertama dan satu-satunya di Kabupaten Kulonprogo.”Ini selaras dengan Perbup Kulonprogo terkait larangan perkawinan di usia dini. Batasan minimal usia perempuan menikah 19 tahun,” ungkapnya. (tom/din)

Kulonprogo