RADAR JOGJA – Satreskrim Polsek Panjatan menangkap Sarjimin S alias Winarto, 47, warga Puron, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Dia ditangkap dalam kasus penipuan dengan modus penggandaan uang. Dia kini ditahan di Mapolres Kulonprogo untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Kulonprogo AKBP Tartono menjelaskan, dalam menjalankan aksinya Winarto berbekal patung kecil berbahan kuningan. Juga selembar kain warna hijau motif batik, dan uang yang sengaja disiapkan untuk meyakinkan korban.

Salah satu korbannya Daruwono Prihadi, 57, warga Berbah, Kabupaten Sleman. Tersangka menjanjikan kepada korban modal uang Rp 5 juta dilipat gandakan menjadi Rp 50 juta dalam waktu dua hari.

Aksi penipuan dilakukan di rumah salah satu rekan tersangka di Desa Kanoman, Kecamatan Panjatan. Untuk meyakinkan korban, pelaku melakukan demonstrasi dengan modal Rp 500 ribu. Uang Rp 100 ribu yang diletakkan di balik kain digosok dengan patung kecil berikut merapal mantra untuk lebih meyakinan korban. “Saat korban diminta berdoa dan membelakangi kain, pelaku memasukkan uang Rp 500 ribu, hingga akhirnya korban yakin dan percaya,” jelasnya.

Korban yang percaya mantab menggandakan uang Rp 5 juta untuk menjadi Rp 50 juta. Setelah menyerahkan uang, korban diminta pulang ke rumah dan datang setelah dua hari kemudian. Namun setelah dua hari sesuai waktu yang disepakati, pelaku tak bisa dihubungi oleh korban.”Korban akhirnya melapor kepada personel Polsek Panjatan. Setelah pelaku datang di rumah yang digunakan untuk lokasi pertemuan, pelaku langsung kami amankan Minggu (12/1),” ucapnya.

Menurutnya, selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya uang tunai senilai Rp 2,5 juta, patung kecil dan selembar kain yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya, serta selembar kwitansi penggandaan yang yang diberikan pelaku kepada korban sebagai jaminan dengan materai senilai Rp 5 ribu ditandatangani.”Pelaku akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Pelaku bakal diganjar dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara,” ujarnya. (tom/din)

Kulonprogo