KULONPROGO – Lagi, seekor penyu ditemukan mati membusuk di Pantai Congot, Senin. Berjenis penyu lekang. Menambah panjang daftar kasus kematian penyu di pantai tersebut.

Dalam kurun delapan hari, dua ekor penyu ditemukan mati. Sebelumnya, seekor penyu lekang juga ditemukan mati membusuk di muara Sungai Bogowonto, Pantai Congot (4/8).

“Pas saya main di pantai, melihat seperti seonggok kayu. Setelah saya dekati, ternyata bangkai penyu,” kata saksi Adi Yuli Purnomo.

Anggota Pos TNI AL Congot Rocky Manto menjelaskan penyu ditemukan 100 meter di timur Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Congot. “Kali pertama ditemukan warga. Lalu lapor ke saya dan saya teruskan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIJ,” kata Rocky.

Menurut dia, belum jelas apa penyebab kematian penyu tersebut. Jika dilihat dari ukurannya, penyu tersebut sudah uzur. Bisa jadi, mati tua atau makan sampah yang menyebabkan kematian.

“Beratnya sekitar 20 kilogram. Secara kasat mata masih terlihat utuh. Ada luka, kemungkinan akibat terbawa ombak dn dimakan ikan,” ujar Rocky.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA DIJ Untung Suripto mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Fakultas Biologi UGM. Guna menyelidiki penyebab kematian penyu tersebut.

“Apakah ini murni siklus normal kehidupan penyu atau ada penyebab lain,” kata Untung.

Menurut dia, jika dilihat dari rusaknya karapas, penyu tersebut diperkirakan sudah mati di laut. Lalu terbawa arus dan terdampar di pantai. Penyu lekang tersebut sudah dewasa.

“Jika tidak ada luka dan hasil nekropsi juga tidak aneh-aneh, kemungkinan kuat, mati tua. Penyu tua atau sakit biasanya secara alami akan ke pantai. Dan akhirnya mati atau terdampar,” kata Untung.

Untung berharap maraknya penemuan penyu mati menuntut kepedulian masyarakat dalam pelestarian penyu. Minimal tidak membuang sampah di laut. Menghentikan perburuan telur penyu dan ikut mengampanyekan pelestarian penyu.

“Pemerintah desa dapat menerbitkan Perdes perlindungan penyu dan habitatnya. Penyu merupakan satwa yang dilindungi UU. Berdasarkan PP 7/99 Penyu merupakan satwa purba yang umurnya bisa mencapai 200 tahun. Kemampuan jelajah ribuan mil laut. Penyebab kematian penyu dapat disebabkan oleh faktor manusia maupun alam,” kata Untung.

Pegiat lingkungan hidup Kulonprogo Saptono Tanjung prihatin atas kasus penemuan bangkai penyu. Hal itu bisa menurunkan citra Kulonprogo yang selama ini menjadi lokasi pendaratan penyu untuk bertelur.

“Perlu ada penelitian terhadap kondisi tersebut. Penyu bisa dijadikan ikon Pantai Kulonprogo. Perlu penguatan kapasitas masyarakat agar penyu bisa semakin terlindungi,” tegas Saptono. (tom/iwa/zl)

Kulonprogo