KULONPROGO – Terik matahari mulai menyingsing naik, begitu pula semangat relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) yang sedang bersiap-siap untuk mendistribusikan sebanyak 125 paket zakat yang dihimpun oleh Global Zakat-ACT di sejumlah daerah di Jogjakarta, Selasa (4/6).

Bermodalkan sebuah armada pikap, teriknya sinar matahari dan terjalnya medan distribusi tak menyurutkan semangat relawan untuk menyampaikan paket zakat hingga ke tangan-tangan yang tepat. Distribusi diawali di desa Ponggalan, Kotagede, Jogja dengan membawa 60 paket zakat untuk 60 Warga Ponggalan yang dipersembahan dari KMII Jepang.

”Tidak ada yang bisa kami ucapkan selain rasa syukur kepada Allah dan terima kasih untuk donatur dan Global Zakat-ACT yang bersedia membantu kami warga pinggiran sungai Gajahwong,” ujar Retno saat menerima paket zakat.

Selesai membagikan paket zakat di bantaran sungai Gajahwong, relawan bergerak menuju Kabupaten Kulonprogo, tepatnya di Desa Clapar dan Desa Tumpok untuk mendistribusikan 65 paket zakat yang dipersembahkan oleh FORKOM, Keluarga Muslim Oman, dan KPMI Belgia.

”Lokasi menuju Desa Clapar terdapat banyak kendala yakni medan yang terjal, namun tidak mematahkan semangat para relawan untuk mengantarkan zakat hingga ke tangan-tangan yang membutuhkan,” ujar koordinator pembagian zakat Sarah.

Sarah melanjutkan, distribusi zakat dilanjutkan ke Desa Tumpok, Kulonprogo, yang ternyata medannya jauh lebih terjal dan jalanan curam sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan, akibatnya distribusi zakat memakan waktu cukup lama. ”Tapi yang berkesan bagi kami para relawan ialah, merasakan antusias warga yang luar biasa karena ternyata dua desa ini termasuk yang jarang mendapat bantuan,” tutup Sarah. (*/ila)

Kulonprogo