RADARJOGJA.CO.ID – Peserta Seleksi Tilawatil Quran (STQ) DIJ mengikuti pawai Taaruf, Jumat (28/4). Mereka diangkut 100 becak dan dilepas Penjabat Bupati Kulonprogo Budi Antono didampingi Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kanwil Kemenag DIJ Nur Abadi. Nur Abadi mengatakan STQ sudah dimulai dengan Rakerda LPTQ Kamis (27/4) di Gedung Kaca Pemkab Kulonprogo.

“Para kafilah dari lima kabupaten/kota se-DIJ sudah mengikuti pawai taaruf keliling Wates,” kata Nur. Pemilihan becak untuk pawai taaruf tersebut kebijakan Pemkab Kulonprogo. “Sangat bagus, karena peserta bisa menikmati Wates,” kata Nur. STQ dibuka secara resmi tadi malam pukul 19.00 di Gedung Kaca.

Lomba digelar Sabtu (29/4) mulai pukul 08.00 untuk delapan nomor lomba. Lokasi lomba di delapan tempat di Wates. “Jumlah peserta dari kafilah kabupaten dan kota masing-masing 22 orang. Sehingga total ada 110 peserta. Yang dilombakan tilawah, tahfidz, dan tafsir,” kata Nur. Menurut dia, STQ tingkat DIJ menumbuhkan kecintaan terhadap Quran. Acara tahunan ini digelar di antara pelaksanaan MTQ dua tahun sekali. Peserta terbaik mewakili DIJ berlomba tingkat nasional.

“Biasanya di Jogja yang banyak (meraih juara) di tahfidz (hafalan)-nya. Tilawah juga ada tapi tidak sering. Sementara tafsir juga sering dapat nomor meskipun belum ranking satu,” ujar Nur. Ketua Panitia STQ DIJ 2017 Arif Sudarmanto mengungkapkan STQ ini merupakan seleksi tilawah Quran. Bertujuan memilih kafilah atau utusan STQ DIJ pada STQ tingkat nasional pada bulan Juli di Kalimantan Utara.

“Pawai Taaruf ini juga untuk meramaikan STQ DIJ, Pemkab juga menggelar bazar beragam produk Kulonprogo,” ungkap Asisten Sekda Kulonprogo tersebut. (tom/iwa/mar)

Kulonprogo