RADARJOGJA.CO.ID Keluarga Penerima Manfaat (KPM) calon penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) 2017 di Kulonprogo harus bersabar. Pelaksanaan uji coba program BPNT di Kulonprogo ditunda.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kulonprogo Eko Pranyata belum mendapat kepastian kelanjutan program tersebut. Penundaan baru disampaikan secara lisan.

“Meski begitu saya sudah menerima informasi itu dari pemerintah pusat maupun Pemprov DIJ. Ada tiga kabupaten yang tidak jadi, Kulonprogo, Boyolali, dan Sidoarjo,” katanya kemarin.

Sebelumnya, ada enam kabupaten dan 45 kota di Indonesia ditunjuk untuk uji coba BPNT 2017. Sedikitnya 1,4 juta KPM menjadi target penerima program yang rencana awal diluncurkan Kamis (23/2).

“Namun, jumlah KPM sasaran berkurang menjadi 1,2 juta, dan Kulonprogo termasuk salah satu kabupaten yang terkena imbas pengurangan kuota penerima KPM tersebut,” kata Eko.

Pihaknya belum mengetahui apa alasan pengurangan kuota KPM yang menyebabkan penundaan BPNT di Kulonprogo. Termasuk sampai kapan penundaan tersebut akan diberlakukan.

“Kalau infonya ditunda sementara waktu. Tetapi juga belum jelas sampai kapan. Apakah nanti masih ada perubahan kebijakan atau bagaimana juga kami belum tahu,” kata Eko.

Pelaksanaan BPNT 2017 telah disosialisasikan kepada para agen penyalur bahan pangan di Kulonprogo Senin (13/2). Dengan penundaan ini pihaknya akan segera menyosialisasikan kembali kepada para agen yang tersebar di tujuh kecamatan tersebut.

“Nanti penyaluran bantuan tetap seperti sebelumnya dengan subsidi atau meneruskan rastra,” lanjutnya.

Kepala Perum Bulog Divre DIJ Miftahul Adha sebetulnya bersemangat menyambut program itu. Apalagi program itu berkaitan dengan serapan beras dari petani yang tahun ini ditarget 65 ribu ton.

“Program BPNT ini sedianya sangat diharapkan untuk mengurangi beban pengeluaran KPM dalam memenuhi kebutuhan pangan. Kami bahkan sudah siapkan outlet yang akan menjadi agen menyalurkan BPNT ini,” ungkap Miftahul.

Tujuan BPNT jelas, yakni meningkatkan ketepatan sasaran dan waktu penerimaan bantuan pangan. Program ini juga dinilai efektif untuk memudahkan KPM mengontrol penggunaan bantuan.

“Karena untuk BPNT ini tidak ada waktu khusus untuk menggunakannya. Sehingga KPM bisa memanfaatkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan,” ujar Miftahul. (tom/iwa/mar)

Kulonprogo