RADARJOGJA.CO.ID – Kementerian Agama Kulonprogo berharap pengembalian dan penambahan kuota haji bisa dibagi secara proporsional untuk lima kabupaten/kota se-DIJ. Namun ternyata porsi pendaftaran untuk Kulonprogo tetap paling kecil, kuota haji Kulonprogo banyak diambil Sleman dan Bantul.

Staf Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama Kulonprogo Ari Gunawan mengatakan sebelum 2013 kuota haji DIJ 3.068 orang. Pasca 2013, kuota dipotong 30 persen, jumlah susut menjadi 2.455 orang. Tahun 2017, bersamaan dengan terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) 75/2017 kuota provinsi DIJ dipulihkan atau ada penambahan menjadi 3.132 orang.

“Namun kuota itu tetap tidak dibagi kepada lima kabupaten/kota se-DIJ secara proporsional. Tetap disesuikan nomor porsi,” kata Ari.

Berdasarkan perhitungan nasional, satu porsi dihitung dengan rumus 1/1.000 orang. Jika berpatokan dengan itu, kuota Kulonprogo idealnya 400 calon jamaah haji. Namun realisasinya sebelum tahun 2013 hanya 300 orang dan pasca 2013 turun menjadi 250-an saja. “Sementara Sleman bisa seribu lebih,” ujar Ari.

Dengan kuota yang masih dipegang Pemprov DIJ, daftar tunggu calon jamaah haji di DIJ yang akan diberangkatkan ke tanah suci tetap sama. Mereka yang mendaftar tahun ini, baru bisa beangkat 23 tahun yang akan datang.

“Namun dengan penambahan kuota sebetulnya waiting list calon jamaah haji bisa maju sekitar empat tahun. Setiap pertemuan kami minta kuota itu dibagi rata per kabupaten/kota, tetapi tidak pernah gol,” kata Ari.

Staf Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama lainnya, Muhammadie mengatakan minimnya porsi kuota haji Kulonprogo tidak lepas dari kondisi ekonomi masyarakat.

Setiap bulan warga di Kulonprogo yang mendaftarkan haji hanya sekitar 80 orang hingga 100 orang. Namun mulai September hingga November 2016, ada kenaikan signifikan, bahkan di bulan Oktober jumlah pendaftar bisa mencapai 300 lebih pendaftar. Sebagian dari mereka adalah warga terdampak bandara yang menerima ganti rugi.

“Namun dengan kuota yang ada, mereka tetap harus menunggu 23 tahun lagi untuk bisa berangkat haji,” ungkap Muhammadie.

Tahun 2017, calon jamaah haji yang akan berangkat jumlahnya 303 orang. Sebanyak 255 orang adalah kuota regular dan ada penambahan 70 orang lagi. “Adanya penambahan ini, mereka sudah kami hubungi untuk segera mengurus paspor dan kelengkapan lain,” kata Muhammadie. (tom/iwa/mar)

Kulonprogo