RADARJOGJA.CO.ID – Antusiasme warga Kulonprogo dalam pemilihan bupati dan wakil bupati (Pilbup) Kulonprogo 2017 cukup memuaskan. Angka partisipasi pemilih naik dibanding pemilu sebelummya. Hal itu berdasarkan pantauan Penjabat Bupati Kulonprogo Budi Antono di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kulonprogo kemarin.

Pemantauan dilakukan acak di empat TPS yang berbeda. Budi ditemani staf Kementerian Dalam Negeri dan DPD RI. Empat TPS yang didatangi di Temon, Nanggulan, dan Pengasih. “Kenaikan partisipasi ini cukup menggembirakan,” kata Budi Antono kemarin.

Prediksi kenaikan angka partisipasi bisa dilihat dari antusisme warga menggunakan hak pilih. Termasuk di lokasi terdampak bandara yang dikabarkan menolak menerima undangan pemungutan suara. “Ini belum selesai (proses pemungutan suara), pengawasan harus dilakukan secara ketat hingga rekapitulasi penghitungan suara,” ujar Budi.

Tim monitoring Kemendagri Suryo Susilo mengungkapkan tingkat partisipasi masyarakat Kulonprogo diprediksi jauh lebih tinggi dibanding Kota Jogja. “Targetnya 77,5 persen (partisipasi masyarakat dalam pemilu) mudah-mudahan target itu bisa tercapai,” ungkap Suryo.

Kasus pengembalian C-6 (surat undangan) di TPS rawan Kulonprogo bisa ditangani dengan baik. “Sedikitnya 300 surat suara yang sebelumnya diinformasikan dikembalikan dan ternyata jumlahnya menyusut hingga 17 surat suara yang dikembalikan,” kata Suryo.

Anggota DPD RI Chalid Mahmud yang ikut memantau pilbup mengatakan Pilkada Kota Jogja dan Kulonprogo berjalan lancar dan tidak ada gejala mengkhawatirkan. “Bagus untuk pelajaran, masyarakat lebih suka yang tenteram,” kata Chalid.

Berdasarkan hasil pemantauan, masyarakat dinilai telah mengikuti proses pemilihan dengan baik kendati tanpa ingar bingar apapun. Model penyelenggaraan pilkada kali ini dinilai lebih baik dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Kontestan pilkada yang memiliki kebebasan terbatas dalam pilkada ini juga disebut memberikan sumbangsih pada lancarnya pibup. (tom/iwa/mar)

Kulonprogo