RADARJOGJA.COID – Seorang sekretaris kecamatan (sekcam) dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kulonprogo. Dia diduga melanggar netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) saat masa kampanye Pilbup Kulonprogo 2017. Adalah Supandi, warga Siluwok, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih yang melaporkan dugaan tersebut Sabtu (11/2).

“Dugaan pelanggaran itu bermula ketika saya melihat seseorang yang mencurigakan mengendarai motor di jalan Siluwok-Jombokan menuju ke Pasar Jombokan Jumat (10/2) sekitar pukul 19.20,” kata Supandi.

Setelah berhenti di pertigaan jalan masuk kampung barat Pedukuhan Bujidan, Tawangsari, pelaku membuang sesuatu. Ternyata yang dibuang adalah stiker bergambar pasangan calon bupati wakil bupati nomor urut dua (Hasto Wardoyo-Sutedjo).

Supandi sempat mengejarnya sambil berteriak memanggil untuk meminta sesuatu yang dibuang itu. Ternyata orang itu adalah orang yang dikenal Supandi yakni seorang sekcam salah satu kecamatan di Kulonprogo. Orang itu kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pasar Jombokan.

“Saya akhirnya balik mengambil gambar (stiker yang dibuang), saya foto, dan saya amankan. Ada lima gambar cabup nomor dua,” lanjut Supandi usai melapor di Panwaslukab Kulonprogo.

Supandi melaporkan kejadian itu ke tim kampanye paslon nomor satu. Setelah dikaji dan menduga ada unsur pelanggaran, tim mendatangi TKP untuk memperkuat bukti serta mengklarifikasi ke rumah terlapor.

“Saat diklarifikasi, sekcam itu mengaku stiker tersebut hanya diberi seseorang yang belum dikenal. Menurut kami, selaku PNS dengan jabatan sekcam, seharusnya tidak menerima gambar paslon. Kenapa justru menerima bahkan mengedarkannya?” ujar Supandi.

Dia bersama tim kemudian melakukan penyisiran dan menemukan beberapa stiker lagi di dua lokasi lain. Yakni di Pedukuhan Salam 1 dan Salam 2 Desa Plumbon. Barang bukti sebanyak tujuh stiker seukuran kartu nama bergambar paslon nomor dua. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Panwaslukab.

“Kami menilai ada unsur pelanggaran,” tegas Supandi.

Ketua Panwaslukab Kulonprogo Tamyus Rochman membenarkan ada laporan dari warga didampingi tim sukses paslon nomor urut 1 terkait dugaan pelanggaran netralitas ASN.

“Pelapor juga menyerahkan barang bukti stiker dan foto dokumentasi. Kami belum bisa menyimpulkan apakah ada indikasi pelanggaran atau tidak. Yang jelas semuanya masih akan dikaji bersama di Sentra Gakumdu,” kata Tamyus. (tom/iwa/mar)

Kulonprogo