RADARJOGJA.CO.ID – Kepekaan sosial dan tradisi gotong royong masyarakat Kulonprogo masih kuat. Hal itu bisa dilihat dari kegiatan hajatan ataupun duka cita. Sikap saling membantu bisa menjadi modal untuk mencegah timbulnya konflik sosial.

“Kulonprogo masih memiliki kekuatan mencegah konflik sosial, karena kepekaan sosial dan kebersamaan warganya masih terjaga kuat,” kata Peneliti dari Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM Henny Ekawati saat meneliti perubahan sosial dan konflik di Gedung Kaca Kompleks Pemkab Kulonprogo.

Kendati demikian, untuk kerjasama dalam pengelolaan pertanian di Kulonprogo mulai menurun. Sektor ekonomi yang paling berkembang yakni dari sisi industri rumah tangga, dengan intensitas konflik yang berkembang. Kulonprogo juga banyak muncul objek wisata baru, restoran atau rumah makan.

“Salon plus, ataupun panti pijat plus dan mode transportasi berbasis aplikasi tidak tumbuh di Kulonprogo,” kata Henny.

Menurut dia, perubahan dinamika sosail secara signifikan, baik budaya, ekonomi ataupun politik harus dikelola dengan benar. Jika tidak akan rawan konflik. “Penelitian ini kami lakukan di seluruh kabupaten/kota di DIJ, jumlah responden 7.986 orang dengan cara didatangai langsung,” ujar Henny.

Asisten Pemerintahan dan Kesra, Setda Kulonprogo, Arif Sudarmanto mengatakan masyarakat majemuk dengan pluralisme budaya diharapkan mampu menjadi pengikat kemajemukan. “Kami tentu mendukung program ini, karena DIJ memiliki keunikan multikultur yang diwarnai dengan perubahan sosial yang dinamis. Kondisi multikultur di DIJ berinteraksi intensif dengan berbagai perubahan sosial yang berdimensi budaya, ekonomi dan politik,” kata Arif.

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIJ Nur Satwiko menambahkan, penelitian ini merupakan bagian dalam menyusun rencana aksi perubahan sosial dan potensi konflik yang direncanakan akan disusun pada Februari. “Penyusunan penelitian ini juga melibatkan Polres, Kodim, Kesbangpol, Kominda, FKDM dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam),” kata Arif. (tom/iwa/mar)

Kulonprogo