RADARJOGJA.CO.ID – Kasus Antraks di Kulonprogo ditindaklanjuti Anggota DPR RI. Komisi IX DPR RI menanyakan penanganan lanjutan yang sudah dilakukan pemkab terkait antraks. Pimpinan rombongan, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan sejauh mana penanganan antraks di Kulonprogo dilakukan. Terlebih kejadian tersebut sudah ditetapkan menjadi kejadian luar biasa (KLB).

“Kalau memang membahayakan, kami akan memacu Menteri Kesehatan (Menkes) memecahkan persoalan ini dan kami akan bantu pemkab,” kata Saleh.

Anggota Komisi IX DPR RI Okky Asokawati mengatakan pemkab harus lebih gencar melakukan sosialisasi antraks. Termasuk penjelasan status KLB dan acuannya kepada masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Bambang Haryatno mengatakan kasus antraks di Desa Purwosari ditemukan satu kasus terkonfirmasi. Lima belas kasus probable, 15 sudah sembuh dan satu meninggal. Namun, hasil audit medik terhadap korban meninggal belum bisa disimpulkan penyebabnya.

“Kami sudah melakukan desinfeksi lingkungan yang potensial tercemar spora antraks. Bekerja sama dengan Dinas Peternakan, BBTKL, dan BBP2VRP,” kata Bambang.

Penemuan kasus baru sedini mungkin dengan menugaskan perawat/bidan yang berdomisili di Girimulyo. “Serta menyiapkan Puskesmas untuk penanganan penderita,” ungkapnya.

Saleh mengatakan penanganan minimal untuk menangkal penyebaran bakteri antraks. Sehingga tidak meluas ke daerah-daerah lainnya. “Kami ingin melihat koordinasi lembaga terkait dengan kasus ini. Ketersediaan obatnya bagaimana?” tanya Saleh. (tom/iwa/mar)

Kulonprogo