(Foto: Ilustrasi Dok. Radar Jogja Online)
RADARJOGJA.CO.ID, KULONPROGO – Anggota Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) DIJ, Kelompok Penambang Progo (KPP) menggelar demo di depan Kejari Kulonprogo, Jumat (4/11). Mereka meminta penangguhan penahanan tersangka Teguh Subagyo, warga Sentolo kasus penambangan ilegal di Sungai Progo.

Massa datang menumpang lima truk, mereka berorasi sementara perwakilan masuk melakukan mediasi. Tidak hanya di depan Kejari, aksi juga digelar di depan PN Wates.

Warga meminta penangguhan penahanan Teguh. Jika tidak dipenuhi mereka mengancam melaporkan ke KPK. Warga menilai penanganan perkara Teguh oleh kejaksaan penuh kejanggalan.

Tiga tersangka lain mendapat penangguhan, sementara Teguh tidak dikabulkan. Padahal KPP siap menjamin semua tersangka tidak akan melarikan diri. Teguh merupakan penambang yang ditangkap tujuh bulan silam karena menambang pasir dengan mesin diesel.

Teguh dijerat UU 4/2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba). Awalnya ditangani Polres Kulonprogo, kendati telah ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan penambangan ilegal namun tidak ditahan.

Kasus tersebut lalu dilimpahkan ke Kejari Kulonprogo, dan kejaksaan melakukan penahanan terhadap tersangka Kamis (3/11). Barang bukti dilimpahkan ke PN Wates.

“Ada empat penambang yang ditangkap untuk alasan sama. Namun, tiga dari penambang dibebaskan, sedangkan Teguh tidak,” kata Ketua KPP Gandung Juantoro.

Proses hukum yang dijalani Teguh dianggap mecurigakan karena terlalu cepat. Berkas milik Teguh hanya menjalani proses sehari di kejaksaan kemudian dilimpahkan ke pengadilan kemarin pagi. Sementara, yang bersangkutan baru ditahan Kamis (3/11) lalu.

Humas PN Wates Nur Kholida Dwiwati membenarkan berkas Teguh sudah dilimpahkan Kamis (3/11) pagi. Namun dia menyatakan keluarga tersangka bisa mengajukan surat penangguhan jika diinginkan.

“Pengajuan disertai surat permohonan serta surat penjaminan baik berupa uang maupun orang. Penangguhan dikabulkan atau tidak merupakan hak majelis hakim,” kata Nur.

Kasie Intelejen Kejari Kulonprogo Anang Zaki mengatakan perkara Teguh sudah dilimpahkan ke PN Wates. Kejari sudah tidak punya kewenangan memberikan penangguhan penahanan. (tom/iwa/mar)

Kulonprogo