KULONPROGO-Pasar darurat untuk merelokasi para pedagang korban kebakaran Pasar Bendungan, Wates segera dibangun. Pembangunan akan dimulai Senin (2/5) mendatang. Mereka akan dijadikan satu titik di belakang SDN IV Bendungan, Wates.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo RM Astungkoro menjelaskan, proses pembangunan diperkirakan memakan waktu 30- 40 hari. Tapi, ditarget 30 hari sudah siap ditempati. Selain itu, para pedagang yang telanjur berinisiatif mendirikan lapak sendiri dan letaknya tersebar sudah dikonfirmasi satu per satu. “Pasar darurat ini menjadi upaya agar para pedagang segera beraktivitas kembali,” tegasnya.

Dijelaskan, pasar darurat ini dipastikan akan bisa ditempati 347 pedagang korban kebakaran. Sementara para pedagang yang berada di barat Pasar Bendungan bisa tetap di lokasi sebelumnya. Bangunan pasar darurat terbuat dari kayu glugu dan atap asbes atau seng. Anggaran yang disediakan Rp 900 juta bersumber dari APBD. “Didesain agar mampu menampung para pedagang di satu tempat,” jelasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perindustraan Perdagangan dan ESDM Kulonprogo sudah melakukan koordinasi. Disperindag ESDM akan bertanggung jawab mengoordinasi, termasuk mengatur penempatan pedagang. Setelah pasar darurat berdiri dan berfungsi, pemkab akan beralih fokus pembangunan pasar yang baru.

Anggota DPRD Kulonprogo Hamam Cahyadi meminta perlu dilakukan pendataan secara detil agar semua pedagang korban kebakaran benar-benar terakomodasi. Dia meminta agar tidak justru pedagang baru ataupun oknum-oknum baru yang memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Secara teknis, Pemkab Kulonprogo juga perlu mempertimbangkan untuk pembentukan satgas khusus guna penanganan kebakaran ini. Sehingga memudahkan masyarakat melakukan pengaduan apabila ada kendala di lapangan ataupun di pasar darurat tersebut di kemudian hari,” ucapnya.(tom/din)

Kulonprogo