HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
KONEKSITAS: Jalan dari wilayah Desa Ngargosari – Desa Kebonharjo, Kecamatan Samigaluh, yang masuk dalam program Bedah Menoreh sepanjang kurang lebih satu kilometer sudah mulai dilebarkan.
KULONPROGO-Pemkab Kulonprogo mulai merealiasikan program Bedah Menoreh untuk menghubungkan New Yogyakarta International Airport (NYI A) di Temon menuju kawasan Borobudur, Jawa Tengah. Jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer dari Desa Ngargosari hingga Desa Kebonharjo, Kecamatan Samigaluh bahkan mulai dilebarkan. “Kami sudah memetakan jalan dari Tegalsari di wilayah Ngargosari melalui Kebonharjo. Nanti tembus ke Purworejo,” kata Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat memantau jalur Bedah Menoreh di Dusun Ngglinggo, Desa Pagerharjo, Samigaluh, baru-baru ini.

Dijelaskan, pembuatan jalan baru tersebut telah dikoordinasikan dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), serta Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kulonprogo. “Kegiatan pembangunan ini diperkirakan bisa dilakukan secara padat karya,” jelasnya.

Hasto menyatakan, selain pembangunan jalan baru, juga akan dilakukan pelebaran beberapa ruas jalan. Pembangunan bakal dilakukan dalam beberapa tahap. ahun ini pemerintah fokus pada pengerasan jalan dari Puncak Suroloyo menuju Tritis, Samigaluh.

Menurutnya, program ini optimistis bisa dilakukan. Terlebih jalan mulai dari wilayah Kecamatan Temon – Kokap sudah dalam kondisi baik dan lebar. Ruas jalan provinsi juga dinilai sangat mendukung kelancaran lalu lintas menuju Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo hingga memasuki wilayah Kebonharjo. “Tahun depan melebarkan jalan sesuai standar provinsi. Tahun berikutnya bisa diperkeras. Sehingga pada 2018 nanti Samigaluh akan tampak berbeda,” ucapnya.

Ditambahkan, jalur Bedah Menoreh tidak sebatas koneksitas NYI A dengan Borobudur. Melainkan juga bisa untuk mengembangkan potensi wisata di wilayah perbukitan menoreh wilayah Kulonprogo. “Banyak objek wisata yang sayang jika dilewatkan. Kalau di-explore bisa menjadi nilai tambah. Jalur Bedah Menoreh sepanjang 61 kilometer ini akan menjadi solusi,” jelasnya.

Kepala Disparpora Krissutanto menegaskan, kawasan perbukitan Menoreh memang kaya potensi wisata alam yang indah. Ada air terjun bukit, goa, perkebunan teh, kopi, cengkeh, dan durian yang bisa dikembangkan sebagai agrowisata.

Masyarakat juga diharapkan semakin kreatif dalam mengembangkan objek wisata secara mandiri. Bahkan, angka kunjungan wisata pun terus mengalami peningkatan. “Kami akan berikan pendampingan dan pembinaan. Khususnya terkait sapta pesona. Ini menjadi kesempatan bagi warga untuk berkembang,” tegasnya. (tom/din)

Kulonprogo