HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
MULAI DILIRIK: Pengunjung sedang berfoto dengan latar belakang hutan mangrove di Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon. Sedikitnya ada tiga titik kawasan wisata mangrove di pedukuhan tersebut.
KULONPROGO-Kalangan anggota DPRD mendesak Pemkab Kulonprogo lebih gencar dan kreatif memromosikan pariwisata. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi Android yang berisi informasi tentang pariwisata di wilayah ini.

Anggota Komisi IV DPRD Kulonprogo Agung Raharjo mengatakan, untuk melakukan hal itu pemkab perlu melibatkan banyak pihak. Terlebih saat ini informasi dari media sosial cukup banyak menyita perhatian dan mudah diakses masyarakat. “Pemkab perlu membuat aplikasi Android yang berisi tentang informasi pariwisata di Kulonprogo. Kami usulkan aplikasi bernama Go KP atau Go Kulonprogo,” katanya, kemarin (14/4).

Dalam aplikasi itu bisa dimuat berbagai objek wisata Kulonprogo. Baik yang sudah terkenal maupun yang masih embrio. “Dengan terbososan seperti ini wisata Kulonprogo akan lebih mudah dikenal masyarakat,” jelasnya.

Menurut Agung, dalam aplikasi tersebut tidak serta merta memuat objek wisata saja. Tetapi juga menyajikan lokasi rumah makan atau potensi lainnya di Kulonprogo berikut jalur-jalur wisatanya. “Masyarakat pati akan dimudahkan. Karena itu juga bisa menjadi panduan bagi mereka ketika berkunjung ke Kulonprogo. Aplikasi android ini jauh lebih menarik dan mudah diakses ketimbang website,” ujarnya.

Ditambahkan, film pendek tentang pariwisata Kulonprogo juga sangat memungkinkan untuk digarap. Selain itu, pembuatan papan nama di objek wisata juga harus dibuat semenarik mungkin. Minimal bisa menjadi lokasi para pengunjung untuk berfoto ria.

Sekertaris Dinas Kebudayaan Kulonprogo Joko Mursito mengungkapkan, seniman Didik Nini Thowok juga berencana membuka galeri topeng di Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo. “Ini sangat bagus untuk mempromosikan Kulonprogo,” ungkapnya. (tom/din)

Kulonprogo