KULONPROGO-DPD PAN Kulonprogo mulai mengenalkan bakal calon (balon) calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) dalam konsolidasi internal. Selama April ini mereka juga akan menggelar musyawarah cabang (Muscab) di 12 kecamatan. “Bulan ini akan kami tunutaskan muscab. Dimulai dari Cabang Kalibawang,” kata Sekretaris DPD PAN Kulonprogo Bukhori Burhanudin kemarin (11/4).

Menurutnya, dalam proses penjaringan, PAN mengantongi enam nama, yakni tiga balon bupati Hasto Wardoyo, Ponimin BH, dan Hamam Muttaqien. Sedangkan balon wakil bupati adalah Suradi, Hamam Muttaqien, dan Sutedjo.

Wakil Ketua DPD PAN Kulonprogo Mukholis Fuad menambahkan, muscab menjadi bagian penting dalam pemenangan pilkada ke depan. Keenam kandidat inilah yang ditampilkan dalam muscab. Tujuan agar lebih dikenal dan mendapat dukungan. “Setelah mengenal baik para kandidat, harapannya rekomendasi nantinya akan sesuai dengan harapan masyarakat dan kader,” imbuh Mukholis.

Sementara itu, pergerakan para politisi Kulonprogo jelang Pilkada semakin berwarna. Ada yang bergerak sendiri, ada yang mulai merangkai gerbong partai pendukungnya. Kendati untuk balon bupati, baru ada dua nama yang menonjol yakni Hasto Wardoyo dan Budiono.

Sepekan terakhir, Budiono, warga Clereng Pengasih Kulonprogo mengaku sudah didatangi beberapa partai yang menyatakan memberikan dukungan kepadanya. Purnawirawan TNI ini juga mengaku sudah mengirim utusan untuk datang ke DPC PDIP Kulonpro pekan lalu untuk mengambil formulir pendaftaran.

Langkah itu juga diakui atas dorongan delapan PAC PDIP yang konon mengaku kecewa dengan Hasto Wardoyo karena disamping jagonya PDIP juga mendaftar ke DPD PAN Kulonprogo.

Budiono juga menyatakan juga sudah menjalin komunikasi dengan beberapa partai lainnya. Paling akhir sempat didatangi DPC Golkar Kulonprogo. Namun sayangnya pertemuan itu terkesan rahasia dan tidak berkenan diliput wartawan.

Namun Budiono sempat membenarkan, bahwa dirinya melakukan pertemuan dengan DPC Golkar Kulonprogo. “Ya seperti komunikasi dengan partai yang lain. Kami membangun komunikasi dan komitmen. Bahwa Golkar juga ingin mendukung saya maju ke Pilkada 2017,” ucapnya.

Budiono menjelaskan, dia ingin maju ke Pilkada Kulonprogo dengan gerbong besar, gabungan partai partai besar. Menurutnya, partai yang sudah menjalin komunikasi dengannya antara lain Parti Gerindra, Golkar, Nasdem dan kemudian kemungkinan PKB dan sebagian dari PDIP. “Beberapa waktu ke depan ingin ada semacam deklarasi gabungan partai tersebut. Tetapi kapan waktunya masih cari waktu yang tepat” tambahnya.

Sebagai pensiunan Brigjen Kopassus, Budiono mengaku memiliki strategi dan perhitungan yang harus matang.S ehingga tidak tergesa-gesa dalam menentukan sikap, termasuk kapan mendeklarasi diri maju sebagai caon bupati. “Memang banyak yang merapat menyatakan dukungan. Tetapi saya tak mau kawan kawan itu hanya (salaman petruk), bar salaman njur ora kepetuk,” selorohnya.

Disinggung siapa calon wakil bupati yang ideal mendampinginya, Budiono menginginkan sosok yang memiliki massa banyak. Namun juga punya amunisi (modal). (tom/din)

Kulonprogo