HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
SINERGI: Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosek Hanudnas) I Marsma TNI Noviyan Samyoga bertemu Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo kemarin (23/3).
KULONPROGO-Satuan Radar (Satradar) Congot TNI AU menyambut baik realisasi pembangunan bandara di Temon. Sebab, keduanya akan berdekatan.

Selain punya fungsi yang sangat strategis, sistem keselamatan penerbangan dan pertahanan udara yang teritegrasi akan menjadi satu-satunya model baru di Indonesia.

Menurut Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosek Hanudnas) I Marsma TNI Noviyan Samyoga, secara teknis operasional antara bandara dan Satradar Congot tidak akan saling menganggu. Justru sebaliknya saling memperkuat.

“Kami juga tidak masalah lahan kami seluas 3.050 meter persegi terkena dampak. Karena pemerintah sudah menjanjikan gantinya,”ujarnya usai pertemuan dengan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo di Satradar Congot, kemarin (23/3).

Untuk mendukung pengembangan Satradar Congot, TNI AU berencana melakukan penggantian atau pembaharuan alutsistanya.

Jika Satradar Congot dilengkapi dengan radar lebih baik, fungsi pertahanan negara otomatis menjadi lebih baik. Sekaligus mendukung keamanan penerbangan. “Terlebih, sebagai bandara internasional traffick penerbangannya sangat padat,”tambahnya.

Asisten Sekda Kulonprogo BidangPerekonomian Pembangunan dan SDA Triyono menyatakan, pembangunan bandara akan sinergi dengan keberadaan Satradar Congot. Keduanya akan saling melengkapi.(tom/din/ong)

Kulonprogo