TEROR LEBAH: Polisi dan Aparat Desa Panjatan bersama sejumlah warga di jembatan batik tak jauh dari sarang lebah yang telah meneror dan menyengat sejumlah warga, kemarin (2/3).

Polisi dan Tim SAR Turun Tangan Bawa Mobil Pemadam Kebakaran

Belasan warga Panjatan, Kulonprogo mendapat terror. Tapi, terror ini bukan sembarangan. Melainkan teror sengatan lebah. Apa yang mereka lakukan?
HENDRI UTOMO, Kulonprogo

Kejadian ini terjadi kemarin (2/3). Bahkan, saking panik dan takut, warga sampai meminta bantuan anggota kepolisan Polsek Panjatan. Mobil pemadam kebakaran bahkan dikerahkan untuk membersihkan sarang lebah yang berukuran cukup besar di rumah salah satu warga.

Ya, kepanikan itu bermula ketika belasan warga menjadi korban sengatan lebah yang dikenal warga dengan sebutan “Tawon Ndas” ini. Lebah-lebah ini menyerang warga yang melintas dan tinggal di sekitar Jembatan Batik, Pedukuhan II, Desa/Kecamatan Panjatan.

Sarang lebah itu berada di atap rumah Sastro. Tepatnya di sisi barat jembatan Batik. Diameter sarang lebah mencapai setengah meter dan panjang satu meter itu memang dalam kondisi terusik atau rusak pada sisi luarnya.

Kondisi itu diperparah ketika hujan lebat turun di wilayah itu. Atap dan sarang lebah ambrol dengan kondisi menganga dan posisi lebah siap menyerang. Lebah –lebah itu kemudian mengamuk dengan terbang rendah di sekitar rumah. “Sudah ada belasan warga di sekitar lokasi dan pengguna jalan yang tersengat,” ucap Babinkamtibmas Desa Panjatan Bripka Widi Sriyono di lokasi.

Menurutnya, teror lebah ini sebenarnya sudah terjadi sejak Senin sore (29/2). Namun hingga kemarin, lebah masih banyak yang beterbangan dan menyerang warga yang ada di sekitar lokasi. “Tidak sedikit warga yang dilarikan ke Puskesmas Panjatan untuk mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.

Pihak kepolisan juga sudah berkoordinasi dengan Tim SAR Kulonprogo untuk membantu menangani teror lebah ini. Beberapa warga juga terpaksa mengungsi, karena takut serangan lebah yang semakin liar. “Jalan di samping jembatan kami tutup, agar tidak ada warga yang melintas,” tambahnya.

Pemilik rumah Yuni Retno Wulandari tidak tahu persis sejak kapan lebah itu menetap dan bersarang di atap rumahnya. Selama ini lebah tidak pernah menganggu. Namun ketika hujan turun dan membuat sarangnya ambrol, banyak lebah terbang rendah dan menyengat warga. “Saya terpaksa mengungsi bersama anak saya. Hanya mertua saya (Sastro) yang berani tinggal di rumah,” ungkapnya.

Salah satu korban sengatan lebah Samini menyatakan, dia disengat sekitar lima lebah dibagian punggung dan tangan kiri. Saat itu dia tengah melintas di dekat jembatan Batik. Tanpa mengetahui arah dari mana, ada lebah mengejar dan langsung menyengatnya. “Rasanya itu panas dan ngilu, sampai saat ini masih lebam,” ucapnya.

Korban lain Ardhika, 9 (cucu Samini) bahkan menderita panas dan ngilu setelah tersengat lebah. Dia sempat diperiksa tim medis di Puskesmas Panjatan. “Karena masih sakit dia tidak sekolah,” imbuh Samini .

Korban lain adalah Ratini. Dia disengat lebah yang memiliki tubuh besar dan memiliki ekor kuning itu saat berada di dalam rumah. Nasib apes juga dialami pembeli gorengan di depan rumahnya. “Pakai jaket saja tembus,” tandas Ratini. (din/ong)

Kulonprogo