HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
DIGARAP: Para perajin batu akik dari Kulonprogo saat di Disperindag dan ESDM Kulonprogo, kemarin (22/5).
KULONPROGO – Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Manusia (Disperindagkop dan ESDM) mengumpulkan perajin batu akik, kemarin (22/5). Mereka dimotivasi agar mampu memanfaatkan booming batu akik di Kulonprogo. Selain itu, juga meminta mereka untuk mengurus izin penambangan.
Kepala Disperindag dan ESDM Kulonprogo Niken Probo Laras mengungkapkan, sebagai peluang usaha, moment ini tidak bisa dilewatkan begitu saja. Niken menyatakan, pihaknya siap membantu pemasaran produk batu akik Kulonprogo. Salah satunya mengajak atau melibatkan perajin dalam berbagai pameran, juga menjalin kemitraan dengan swasta.
“Kami ingin para perajin bisa membuat desain yang bervariasi, tidak hanya akik. Tetapi juga kalung, bros atau bentuk perhiasan lainnya. Bagus juga kalau bisa dipadupadankan dengan serat alam,” katanya.
Menurut Niken, jika perkembangan industri kerajinan batu akik bisa terus membaik, pihaknya juga siap mengambil kebijakan lanjutan. Seperti memberikan fasilitas sentra akik dengan menyediakan outlet di lokasi strategis.
Terakit perizinan penambangan, Niken menegaskan, perajin batu akik memang harus segera mengurus izin pertambangan. Sebab itu menjadi salah satu syarat legalitas yang berfungsi menghindarkan para perajin dari tuduhan perusakan lingkungan. Terlebih, sejauh ini belum ada satupun perajin akik di Kulonprogo yang sudah mengantongi izin penambangan.
“Lebih baik membuat izin pertambangan rakyat (IPR) sehingga ke depan tidak muncul masalah dengan hukum. Karena yang diambil bukan rimpilan batu, tapi bisa bongkahan besar,” tegasnya.
Berdasarkan data yang tercatat di Kantor Disperindag dan ESDM Kulonprogo sedikitnya ada 40 perajin batu akik yang melakukan usaha pembuatan batu akik secara mandiri atau membentuk kelompok.IPR diajukan secara berkelompok, karena itu lebih efisien dari pada perseorangan. Salah satu perajin batu akik asal Sentolo Supriyatno mengaku tidak keberatan jika harus mengurus IPR. “Saya rasa itu tidak menyulitkan, kegiatan kami juga lebih terjamin dan legal,” ucapnya. (tom/ila/ong)

Kulonprogo