GUNAWAN/RADAR JOGJA
LUDES: Warga antre menunggu gas melon dari operasi pasar (OP) pemerintah di kawasan Terminal Munggi Semanu, kemarin (18/5) 
GUNUNGKIDUL -Belakangan ini elpiji ukuran tiga kilogram sulit dicari. Kalaupun ada, harganya sudah melambung tinggi hingga Rp 25 ribu per tabung. Karena tidak ada pilihan,warga terpaksa membelinya.
Salah seorang warga Semanu Suwanti, 43, mengatakan, sejak sepekan terakhir dia tidak menggunakan gas.Itu terjadi lantaran hampir semua warung maupun pangkalan yang dia datangi kehabisan stok.
“Kalaupun ada harga ditingkat eceran sangat mahal, mencapai Rp 25 ribu per tabung. Saya memilih kembali menggunakan kayu bakar,” kata Suwanti, kemarin (18/5).
Menjawab keluhan warga, PT Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DIJ kemarin menggelar operasi pasar (OP) elpiji tiga kilogram atau gas melon. Sebanyak 2.240 tabung gas disiapkan dengan harga Rp 15.500. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan kenaikan harga.
Sasaran OP sendiri berlangsung di empat kecamatan yakni, Semanu, Tepus, Playen dan Karangmojo. Wilayah ini diketahui sering mengalami kekosongan stok sehingga menyebabkan harga ditingkat pengecer cukup tinggi.
Di Semanu, OP berlangsung di Terminal Munggi. Praktis kegiatan tersebut mendapat respons cepat dari warga setempat. Persyaratan pembelian gas melon ini adalah membawa fotokopi kartu tanda penduduk (KTP).
Terang saja, penduduk setempat menyambut gembira. Selain harganya sangat murah, warga bisa membeli dua tabung sekaligus dengan melampirkan fotokopi KTP. Salah seorang pembeli, Adi Suwarno berharap OP sering digelar oleh pemerintah. Menurut Adi, harga yang dipatok dalam OP cukup murah.Dia berharap, kegiatan ini bisa menstabilkan harga gas melon di tingkat eceran. “Supaya warga tidak kesulitan mendapatkan gas,” kata Adi.
Sementara itu, Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Disperindagkop dan ESDM Gunungkidul Supriyadi mengakui, OP digelar untuk menekan harga eceran yang melambung tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Dia menjelaskan, di masing-masing kecamatan Pertamina dan Hiswana Migas menjual sebanyak 560 tabung sehingga total seluruhnya 2.240 tabung. Belum sampai sore, elpiji yang dijual di Playen ludes diserbu pembeli.
“Bahkan banyak warga yang tidak memperoleh gas karena sudah habis, tapi untuk kecamatan lain stok masih ada,” terangnya.(gun/ila./ong)

Kulonprogo