GUNAWAN/RADAR JOGJA

AKTIVITAS TERGANGGU: Warga menunjukkan jembatan penghubung antardesa, tepatnya di Pedukuhan Kalitekuk, Desa Kalitekuk yang jebol, kemarin (29/12).

WONOSARI – Tingginya intensitas hujan di wilayah Kecamatan Semin mengakibatkan jalan penghubung antardesa Padukuhan Kalitekuk, Desa Kalitekuk belum lama ini jebol. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut namun selain kerugian materiil, aktivitas warga menjadi terganggu.Jalan poros desa yang meng-hubungkan Desa Kalitekuk dengan Desa Kemejing di Kecamatan Semin dengan lebar empat meter ambrol kurang lebih 25 meter dengan ketinggian lima meter. Jalan yang setiap hari padat lalu lintas, tinggal tersisa sekitar 1,5 meter.
Alhasil, jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, sedang untuk mobil terpaksa tidak boleh melintas.Kades Kalitekuk Kecamatan Semin Waluya mengatakan akibat ambrolnya jalan antardesa, otomatis mem-pengaruhi aktivitas warga. “Meski jalan bisa dilalui sepeda motor, namun karena kondisi jalan ambrol tetap membahayakan, maka jalan ini kami tutup total,” katanya.
Dengan ditutupnya jalan tersebut maka arus lalu lintas dialihkan ke jalur lain, meskipun harus memutar sekitar dua kilometer. Longsornya jalan yang baru dua tahun dibangun ini, menurutnya, akibat hujan deras beberapa hari terakhir. Jalan tidak kuasa menahan kuatnya arus air, karena berada sekitar 20 meter dari jembatan Kalitekuk yang airnya meluap. Karena jalan ini menghubungkan antardesa dan setiap harinya padat lalu lintas, maka tindakan perbaikan harus segera dilakukan. “Kita sudah musyawarah dengan warga untuk segera memperbaiki jalan ini longsor ini. Pekan ini kami rencanakan perbaikan segera dilakukan,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo mengaku sudah mengecek ke lokasi dan memberikan bantuan semen untuk perbaikan. Dengan tindakan perbaikan yang dilakukan, diharapkan pekan depan jalan itu sudah bisa normal dan bisa digunakan. “Kami memberikan bantuan semen, sedang warga swadaya untuk menyediakan pasir dan batu. Selain itu masyarakat juga sanggup untuk mengerjalan dengan cara kerja bakti,” jelasnya. (gun/ila/jiong)

Kulonprogo