HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA

DIPA: Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyerahkan DIPA Tahun 2015 kepada tiga Kepala SKPD selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Rumah Dinas Bupati, kemarin (16/12)

KULONPROGO – Bupati Kulon-progo menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tugas Pembantuan Tahun 2015. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Per-bendaharaan Provinsi DIJ Alfiah menyerahkan daftar itu kepada Bupati Hasto Wardoyo di Rumah Dinas Bupati, kemarin (16/12).
Dari lima pos anggaran yang dibe-rikan, tiga di antaranya diserahkan Hasto kepada Kepala SKPD selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Di antaranya kepada Kepala Dinas Per-tanian dan Kehutanan (Dispertahut), Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Diskepenak) serta Ke-pala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans).Adapun besarnya pos anggaran yang diserahkan untuk Dispertahut untuk tanaman pangan sebesar Rp 10.725.400.000 dan untuk hol-tikultura. Rp 2.034.500.000. Sedang-kan untuk Diskepenak sebesar Rp 2.068.000.000 untuk peternakan. Serta Rp 1.121.614.000 untuk ke-lautan dan perikanan.
Semenrara pos anggaran Dinsosnakertrans sebesar Rp 512.754.000.Alfiah mengungkapkan sampai saat ini, DIPA tahun 2015 untuk kabupaten Kulonprogo yang diserahkan baru lima pos anggaran. Terkait pem-bayaran pajak, kepada KPA dan PPK diberi amanah oleh Menteri Keuangan untuk ikut serta mendorong satuan kerja di daerah. Baik itu yang meng-gunakan dana APBD maupun APBN agar melakukan penyetoran pajak tepat waktu. “Jangan sampai dilakukan akhir Desember, saat hari terakhir penutu-pan. Karena biasanya baru disetor mepet batas akhir sehingga di Bank berkas menumpuk banyak. Akhirnya pajak dimasukkan pada pembu-kuan penerimaan tahun berikutnya,” pesan Alfian.
Bupati Hasto berharap momentum ini tidak hanya sekadar untuk me-ngurusi hal-hal yang teknis, alias tidak hanya diskusi outcome DIPA saja. Melainkan juga diharapkan dapat meningkat pada hal yang lebih mendasar. Sebab peran DIPA sendiri yakni untuk kemakmuran dan ke-sejahteraan masyarakat Kulonprogo.Hasto menyatakan bersama SKPD ia tidak hanya ingin membahas be-sarnya serapan anggaran yang sudah dilakukan. Tetapi ingin lebih mening-kat lagi, yakni bagaimana dampak kegiatan memiliki daya ungkit yang tinggi terhadap terhadap kesejahte-raan masyarakat. (tom/ila/ong)

Kulonprogo