Peringatkan Rekanan, Pemkab Diminta Bertindak Tegas

KULONPROGO – Komisi III DPRD Kabupaten Kulonprogo menyoroti sejumlah proyek besar yang capaiannya lambat. Salah satunya, proyek Taman Budaya Pengasih senilai Rp 3 miliar yang proses pengerjaannya baru mencapai sekitar 25 persen. Padahal batas akhirpengerjaannya adalah tanggal 20 Desember 2014 nanti.
“Pengerjaannya baru sekitar 25 persen dan waktu tinggal tersisa 20 hari. Sangat wajar jika kami meragukan kemampuan rekanan untuk menyelesaikan proyek ini, cuaca juga tidak mendukung hujan hampir setiap hari,” terang Ketua Komisi III Hamam Cahyadi saat melakukan tinjauan ke proyek Taman Budaya Pengasih, Senin (1/12) lalu. Hamam ditemani Kepala Dinas Budparpora Kulonprogo Eko Wisnuwardana dan beberapa pejabat dari Bappeda DIJ melakukan tinjauan itu.
Selain Taman Budaya Pengasih, Underpass Kulur dan Kebonrejo juga menjadi perhatian khusus Komisi III DPRD Kulonprogo. “Kami menyebut semua proyek yang lambat ini sebagai proyek kritis. Karena kemungkinan pekerjaan tidak bisa diselesaikan tepat waktu,” ujarnya. Menurut Hamam proyek tersebut seharus-nya diawasi secara ketat oleh SKPD terkait. Kontrol ketersediaan material, tenaga kerja maupun progres pengerjaannya setiap hari. Sehingga ada jaminan bahwa pekerjaan bisa selesai sebelum deadline. Pemkab juga harus melakukan langkah-langkah administratif secara tegas.
“Layangkan surat peringatan kepada rekanan secara periodik. Khususnya untuk proyek yang capaiannya sangat rendah. Kami minta pemkab juga mengkaji persyaratan dilakukannya putus kontrak. Kalau memang tidak selesai tepat waktu sebaiknya dilakukan putus kontrak,” tegas politikus PKS tersebut.
Hamam meminta pemkab tidak mudah memberikan perpanjangan waktu kontrak kepada rekanan yang pekerjaannya molor. Perpanjangan kontrak juga harus dikaji secara mendalam, apakah benar-benar akan bisa menyelesaikan pekerjaan atau tidak. “Kalau tidak, sebaiknya tidak perlu diperpanjang. Karena tidak efektif dan justru akan merugikan pemkab,” tandasnya. (tom/ila/ong)

Kulonprogo